Perkenalkan, Ini Miliuner Dijuluki The Next Warren Buffett

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
15 January 2021 14:17
Social Capital Hedosophia Holdings Corp. CEO, Founder and Chairman Chamath Palihapitiya, left, is applauded by New York Stock Exchange president Tom Farley as he rings a ceremonial bell when his company's stock begins trading on the floor of the New York Stock Exchange, Thursday, Sept. 14, 2017. (AP Photo/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor kenamaan Chamath Palihapitiya digadang-gadang akan menjadi Warren Buffett berikutnya, kata Josh Brown di saluran YouTube The Compound minggu ini.

"Saya pikir dia adalah Buffett yang baru. Palihapitiya memiliki aura itu tentang dirinya. Dia belum ada di sana, dari sisi nilai dolar, tetapi dia tampaknya sekarang telah menemukan banyak hal sebelum orang lain, dan dia mengeksekusinya dengan sangat baik," kata Josh Brown, Kepala Ritholtz Wealth Management, seperti dikutip dari Business Insider.

Palihapitiya adalah mantan eksekutif Facebook, pendiri dan CEO Social Capital, dan pemilik minoritas Golden State Warriors.


Dia mengkhususkan diri dalam Special Purpose Acquisition Company (SPAC) yakni perusahaan tanpa operasi komersial yang dibentuk secara ketat untuk meningkatkan modal melalui penawaran umum perdana (IPO) untuk tujuan mengakuisisi perusahaan yang sudah ada.

Beberapa yang telah ditangani yakni Virgin Galactic, Opendoor, Clover Health, dan SoFi di antara kesepakatannya hingga saat ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, mereka menjadi lebih populer, menarik penjamin emisi dan investor terkenal dan meningkatkan jumlah uang IPO yang rekor pada 2019. Pada awal Agustus 2020, lebih dari 50 SPAC telah dibentuk di AS yang mana telah mengumpulkan sekitar US$ 21,5 miliar.

Menurut Brown, seperti halnya Buffett, Palihapitiya telah menemukan cara agar biaya modal nol dan uang yang tak ada habisnya bisa masuk, serta semua yang dia sentuh, sepertinya bisa segera berubah menjadi emas.

Seperti diketahui, Buffett tidak pernah kekurangan dana untuk investasi berkat perusahaan konglomerasinya, Berkshire Hathaway. Dia mengambil uang tunai yang dilempar oleh anak perusahaan seperti See's Candies dan "float" (perbedaan antara premi dan klaim) dari Geico dan bisnis asuransi lainnya dan menginvestasikannya di tempat lain di perusahaan atau di pasar publik untuk menghasilkan pengembalian yang lebih tinggi.

Selain itu, banyak juga investor mempercayai keputusan Buffett dan mengikutinya ke dalam saham yang dia beli, menaikkan harga dan menghasilkan lebih banyak uang.

Palihapitiya juga telah menunjukkan bakat untuk mengumpulkan dan menyebarkan dana, dan SPAC masa depannya kemungkinan besar akan mendapat manfaat dari efek halo masa lalunya.

Tidaklah mengherankan jika Palihapitiya membandingkannya dengan Buffett, mengingat Palihapitiya mencontohkan perusahaannya pada konglomerat investor terkenal itu.

"Ambisi saya adalah menjadi Berkshire Hathaway bagi generasi kita," kata Palihapitiya pada Fortune tahun lalu.

Dia pun membayangkan bahwa ke depannya Social Capital sebagai Berkshire, yakni sebuah perusahaan induk yang, memegang Gillette, Coca-Cola dan McDonald's, dan akan mengadakan bisnis teknologi.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading