Waspada! Baterai Rokok Elektrik ini Bisa Picu Ledakan Lho

Lifestyle - Cantika Adinda Putri, CNBC Indonesia
10 January 2021 18:30
Geliat Industri Rokok Elektrik Masa Kini (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Anda konsumen vape atau rokok elektrik? Kabar berikut rasanya patut Anda simak dengan seksama.

Baru-baru ini, Consumer Product Safety Commission (CPSC) Amerika Serikat (AS) memperingatkan bahaya baterai lithium ion 18650 kepada konsumen karena memungkinan terjadi kebakaran. Baterai jenis tersebut biasanya digunakan di dalam vape, rokok elektrik, senter, dan mainan.

CPSC mengatakan, saat ini sedang bekerja sama dengan dengan situs e-commerce seperti eBay, untuk menghapus daftar baterai lithium ion 18650 yang dijual secara bebas.

Baterai jenis tersebut, kata CPSC, dapat mengalami korsleting saat bersentuhan dengan benda logam seperti kunci atau uang receh di saku. Setelah korsleting, bagian baterai yang lepas dapat menjadi terlalu panas dan memicu bahan lainnya yang bisa terbakar.

"Mengakibatkan kebakaran, ledakan, cedera serius, dan bahkan kematian," kata CPSC melansir The Verge Minggu (10/1/2021).

Cedera terkait ledakan baterai lithium ion 18650 telah didokumentasikan selama beberapa tahun belakangan. Namun frekuensinya tampak mulai meningkat seiring dengan ketersediaan barang tersebut seperti di Amazon atau toko grosir lainnya.



Salah satu perusahaan yang membuat baterai lithium ion 18650, yakni LG Chem, telah mengirim surat kepada distributor peralatan rokok elektrik pada akhir tahun 2018. Surat tersebut meminta para distributor berhenti menjualnya dan memperingatkan penggunaan sel baterai tersebut terhadap konsumen dapat menyebabkan luka bakar yang parah, hingga menjadi cacat.

Menurut laporan di The Atlantic, Samsung dan Sony juga telah memperingatkan konsumen agar tidak menggunakan sel tersebut.

CPSC menjelaskan mengapa hanya baterai lithium-ion 18650 saja yang berbahaya.

"Pasalnya baterai tersebut sering disalahgunakan oleh konsumen sebagai produk tunggal dan tidak memiliki sebuah perlindungan tambahan," tulis CPSC.

Sebetulnya, lanjut CPSC, konsumen bisa tetap membeli baterai lithium ion 18650 dengan dilengkapi pelindung tambahan.

Baterai lithium ion 18650 memiliki sel lebih besar, kepadatan lebih tinggi, dan sering digunakan dalam pengaturan dalam produk komersial, seperti bisa memberikan daya pada kendaraan mobil listrik Model X dan Model S Tesla. Menurut CPSC hal tersebut aman digunakan karena memang seharusnya baterai tersebut digunakan untuk kendaraan listrik.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Artikel Terkait
Features
    spinner loading