Heboh Nakes Meninggal, Benar karena Vaksin Corona Pfizer?

Lifestyle - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
09 January 2021 17:20
FILE PHOTO: The Pfizer logo is seen at their world headquarters in New York April 28, 2014.  REUTERS/Andrew Kelly/File Photo                            GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD Foto: REUTERS/Andrew Kelly

Jakarta, CNBC Indonesia - Kematian tenaga medis wanita di Portugal, Sonia Acevedo usai suntikan vaksin Covid-19 Pfizer/BioNtech dipertanyakan pihak keluarga. Ayah Sonya, bingung karena mendiang tidak memiliki masalah kesehatan.

Ayah dari Acevedo, Abilio mengatakan pada harian Portugal Correio da Manha bahwa mendiang baik-baik saja setelah divaksin, dan tidak punya masalah Kesehatan.

"Dia mendapat vaksin Covid-19 tetapi tidak menunjukkan apa pun, saya tidak tahu apa yang terjadi. Saya ingin jawaban," kata Abilio.


Menurut Jornal de Noticias, Asisten operasional IPO itu memang divaksinasi Covid-19 pada 30 Desember. Telah meninggal mendadak pada 1 Januari 2021 dan tidak tercatat adanya reaksi negatif terhadap vaksin tersebut.

Business Today menulis anak perempuan Acevedo Vania Figueredo mengatakan bahwa ibunya hanya mengeluh tidak nyaman di area sekitar suntikan. Selebihnya ia baik-baik saja.

Dari hasil otopsi Acevedo meninggal sekitar 48 jam setelah menerima vaksin. Perempuan yang berusia 41 tahun itu dinyatakan bukan meninggal karena vaksin. Hal ini juga ditegaskan oleh Pemerintah setempat.

"Tanpa merujuk pada penyebab kematian yang ditutupi oleh kerahasiaan keadilan, bahwa data awal hasil otopsi medis-legal yang dilakukan pada 5 Januari tidak menunjukan adanya hubungan antara kematian dan vaksin," mengutip pernyataan dari Kementerian Kehakiman Portugal, (6/12/2021).


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading