Hati-Hati, Ini Negara Paling Berbahaya Dikunjungi 2021

Lifestyle - Linda Hasibuan, CNBC Indonesia
04 December 2020 08:44
Infografis/ Turis Asing di 2019 Capai 16 Juta, Malaysia & China Terbanyak/Aristya Rahadian krisabella

Jakarta, CNBC Indonesia - Ingin berbisnis atau bersenang-senang di luar negeri tahun depan? Jika iya, sebaiknya mulai memikirkan beberapa negara paling ramah untuk wisatawan.

Sebab kenyataannya, ada beberapa negara di dunia yang tidak perlu dikunjungi pada 2021 karena faktor keamanan.

Para pakar menyarankan untuk menghindari wilayah berkonflik seperti Libya, Suriah, dan Afghanistan, yang menurut mereka termasuk di antara tujuan paling berbahaya di dunia untuk 2021.


"Peta Risiko Perjalanan" yang disusun oleh spesialis keamanan dan medis global dari International SOS, menilai tingkat keamanan negara berdasarkan ancaman yang ditimbulkan kepada karyawan oleh kekerasan politik (termasuk terorisme, pemberontakan, kerusuhan bermotif politik, dan perang), kerusuhan sosial (termasuk kekerasan sektarian, komunal dan etnis), serta kejahatan kekerasan dan kecil, menurut situs badan tersebut seperti dikutip New York Post, Jumat (04/12/2020).

Infrastruktur transportasi, keadaan hubungan industrial, efektivitas layanan keamanan dan darurat, dan kerentanan terhadap bencana alam juga menjadi faktor penting lainnya.

Negara berisiko ekstrem kategori tertinggi hanya mencakup 14 negara, seperti Afghanistan, Yaman, Suriah, Libya, Mali, Somalia, Sudan Selatan, dan Republik Afrika Tengah, bersama dengan sebagian Nigeria, Republik Demokratik Kongo, Ukraina, Pakistan, Irak dan Mesir.

Titik panas berbahaya ini menunjukkan tidak adanya kendali pemerintah dan pelanggaran hukum di wilayah yang luas. Maka, bukan tidak mungkin ancaman serius serangan kekerasan oleh kelompok bersenjata yang menargetkan pelancong dan penerima tugas internasional akan menghantui.

Bahkan, sebuah pemerintahan dan layanan transportasi di sana hampir tidak berfungsi. Belum lagi sebagian besar negara tidak dapat diakses oleh orang asing, menurut penelitian.

Sementara itu, ada juga negara-negara berisiko rendah, seperti AS, Kanada, dan sebagian besar negara di Eropa. Kemudian, negara-negara Skandinavia merupakan negara berisiko "tidak signifikan" tertinggi atau dengan kata lain merupakan negara paling aman.

Peta tersebut juga mengevaluasi keamanan medis negara-negara yang berkaitan dengan kondisi kerja sebelum pandemi dengan negara-negara berisiko sangat tinggi termasuk Venezuela, Nigeria, Libya, Somalia, Sudan Selatan, Eritrea, Yaman, Burkina Faso, Guinea, Suriah, Afghanistan dan Irak. Lalu yang tercatat risiko terendah adalah Inggris, Eropa Barat, AS, Kanada, dan Afrika Selatan.

Pemeringkatan tersebut didasarkan pada berbagai faktor, dari penyakit menular hingga faktor lingkungan yang membebani dan standar pelayanan medis darurat.

Sementara itu, hanya empat negara yang mencapai peringkat risiko terendah dalam hal pembatasan bisnis karena Covid-19, yakni Tanzania, Selandia Baru, Nikaragua, dan Svalbard.

Pembulatan menengah pada risiko menengah untuk karyawan adalah AS, Brasil dan India, sementara Rusia dan Afghanistan termasuk di antara negara-negara berisiko tinggi.

Hanya satu negara yaitu Georgia yang dikategorikan sebagai risiko "sangat tinggi", sebagaimana didefinisikan dengan memiliki operasi bisnis yang sangat terbatas atau bahkan tidak ada layanan penting yang berfungsi dengan kapasitas penuh.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading