(CNBC Indonesia/Andrean Kristianto),
CNBC Indonesia
27 November 2020 19:10
Indra Marsada, pemilik bengkel Impro Camper Van, memulai bisnisnya menjadi pengusaha di bidang modifikasi mobil spesialis Camper Van.
Pekerja menyelesaikan modifikasi mobil campervan di Bengkel Impro CamperFun, Depok, Jawa Barat, Jumat (27/11/2020). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Berawal dari kecintaan pada seni yang dikombinasikan dengan interior, Indra Marsada pemilik bengkel Impro Camper Van memulai bisnisnya menjadi pengusaha di bidang modifikasi mobil spesialis Camper Van. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Menurut Indra, mobil-mobil berjenis MVP dan Minibus bisa dijadikan kendaraan berkonsep rumah berjalan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Harga yang dipatok pun bervariasi dari Rp 50 juta hingga tak terbatas tergantung spesifikasi yang diinginkan para pemilik kendaraan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Indra mengatakan lama pengerjaan minimal satu bulan. "Biasanya satu mobil satu bulan, tapi bisa mundur karena banyak barang-barang yang diimpor seperti box sikiring, monotable dan yang lainnya, apalagi saat covid gini, barang lama datengnya," ujar Indra saat ditemui di bengkel miliknya. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Usaha yang sudah dijalankan selama tahun ini sudah banyak pesanan dari wilayah Jawa Timur, Lampung dan Jakarta. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Mobil-mobil MPV dan Minibus yang datang ke bengkelnya dimodifikasi dengan interior yang memiliki tempat tidur, kamar mandi, TV, kitchen set, dapur masak, hingga tempat karaoke. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Mobil-mobil yang dimodif dibengkel ini keamaannya diperhatikan seperti kelistrikan. "Saat bikin mobil seperti ini kelistrikan penting terutama memilih kabel jangan pake yang murahan dan tipis bisa bahaya," lanjut Indra. Kelistrikan untuk menunjang mobil camper van ini berasal dari aksi eksternal dan saat kendaraan berhenti bisa menggunakan genset dan listrik rumahan. (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)