Lagi Nyantai di Rumah, Orang Terkaya ke-6 China Mau Diculik

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
23 November 2020 10:40
He Xiangjian, Pendiri Midea Group

Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu miliuner China, He Xiangjian sempat menjadi sorotan. Pendiri Midea Group yang membuat peralatan rumah terbesar di dunia itu berhasil selamat dari upaya pencurian dan penculikan saat ia berada di rumahnya sendiri.

Pria berusia 77 tahun ini diperkirakan memiliki kekayaan US$ 25 miliar (Rp 353 triliun) dan menduduki peringkat ke-6 orang terkaya di China versi Forbes. Sebelum kejadian itu, He Xiangjian merupakan sosok yang jarang terekspos kehidupan sehari-harinya.




Melansir South China Morning Post (SCMP) yang mengutip situs media online TMT Post, kejadian tersebut terjadi di Juni lalu. Awalnya He Xiangjian sedang berkumpul dan bersantai di rumahnya yang berada di Royal Orchid Internasional Golf Villa, sebuah lokasi mewah di Foshan, Provinsi Guangdong.

Ia tidak mengetahui bahwa akan menjadi target. Pelaku disebut juga membawa bahan peledak.

Namun upaya itu gagal usai putera semata wayangnya He Jiangfeng melarikan diri dan berenang menyeberangi danau, yang ada di depan rumahnya. Ia kemudian membunyikan alarm serta menelpon pihak kepolisian.

Polisi setempat pun akhirnya menangkap lima tersangka sekitar pukul 5 pagi. Untungnya tidak ada yang terluka selama penangkapan tersebut.

"Korban yang bermarga He selamat. Biro keamanan publik di tingkat provinsi, kota dan kabupaten semuanya memberikan perhatian tinggi pada kasus tersebut setelah menerima laporan, dan dengan cepat mengirimkan petugas untuk bergegas ke lokasi," kata polisi.

Penyelamatan dramatis tersebut juga telah menarik perhatian publik pada kekayaan He yang menakjubkan. Dia mulai membangun kerajaan Midea pada tahun 1992 tahun.

Perjalanan He Xiangjian untuk menjadi miliuner dimulai saat dirinya baru menginjak usia 26 tahun. Dia putus sekolah setelah lulus dari sekolah dasar dan bekerja di pabrik dan di pertanian.

He Xiangjian berjuang untuk memenuhi kebutuhan di daerah terpencil ekonomi kota Beijiao di Foshan. Di mana peluang kerja langka, dia mendapat ide untuk memulai jalur produksi kecil.

Pada tahun 1968, ketika ekonomi China mulai membuka diri terhadap investasi asing dan swasta, He Xiangjian membuka bengkel dan pabrik tutup botol dengan modal 5.000 yuan atau US$ 706. Dia menjalankan pabrik itu dengan 23 orang karyawan.

Setelah berhasil menjalankan bisnis itu, He Xiangjian pun mulai mengembangkan usahanya dalam pembuatan kipas angin listrik. Kemudian pendingin udara atau AC yang sampai saat ini menjadi bisnis utama Midea.

Pada saat itu, permintaan yang tinggi dari konsumen di China pun membuat perusahaan yang didirikannya menjadi semakin berkembang dan pabriknya pun berhasil memproduksi peralatan rumah tangga berbasis listrik. Midea pun menjadi salah satu contoh perusahaan modern pertama yang dibangun pada 1990 dengan investasi sekitar 100 juta yuan.

Pada tahun 1998, perusahaannya pernah melaporkan pendapatan secara global melebihi 5 miliar yuan. Selanjutnya dalam dua tahun, pendapatannya pun berlipat ganda.

Pada 2007, He Xiangjian pun mulai melakukan peruntungan bisnis baru di skala internasional dimana Midea membuka pabrik produksi luar negeri di kota Ho Chi Minh, Vietnam. Di sana, Midea menjalin kerjasama strategis dengan produsen AC asal Amerika, serta beberapa perusahaan dari banyak negara lainnya seperti di Mesir, Brasil, Argentina, Chili, dan India.

Singkat cerita, He Xiangjian pun akhirnya mengundurkan diri untuk fokus pada strategi pengembangan Midea Investment Holding pada tahun 2012. Midea Group sudah melantai di Bursa Efek Shenzhen dan memiliki lebih dari 200 anak usaha termasuk perusahaan terkenal asal Jerman, Kuka.

Perusahaan He Xiangjian melaporkan secara tahunan bahwa total pendapatannya naik 6,71% menjadi 279,4 miliar yuan pada tahun 2019.




[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading