Geger Virus Baru Tick Borne di China, Ini Faktanya!

Lifestyle - Redaksi, CNBC Indonesia
08 August 2020 12:00
In this  Feb. 18, 2020, photo, COVID-19 patients watch television as a medical staff member walks near in a temporary hospital converted from an exhibition center in Wuhan in central China's Hubei province. The hospital, one of the dozen of its kind built in Wuhan, hosts COVID-19 patients with mild symptoms. (Chinatopix via AP)

Jakarta, CNBC IndonesiaChina kembali digegerkan wabah penyakit baru. Sama seperti corona, virus ini juga ditularkan melalui binatang yakni kutu.

Penyakit itu mewabah di Provinsi Jiangsu China Timur. Virus, yang diberi nama SFTS (Severe Fever with Thrombocytopenia Syndrome) itu juga menginfeksi di provinsi Anhui.



Ia dikenal juga dengan nama tick (kutu) borne. Virus ini masuk kelompok Bunyaviridae atau bunya virus.

Dikutip dari The Indian Times, dari media pemerintah Global Times, 70 orang meninggal. Sementara 60 lainnya dirawat.

Bukan Baru

Virus ini sudah lama di China, bahkan sejak 2009. Bukan hanya China, ini juga pernah mewabah di Jepang dan Kore.

Pemerintah China sempat mengisolasi patogen ini di tahun 2011.




Gigitan Kutu

SFTS umumnya ditularkan melalui gigitan kutu. Menurut sebuah studi tahun 2015, ada beberapa spesies kutu yang diduga sebagai pembawa virus SFTS.

Yakni H longicornis, R microplus, H campanulata dan D sinicus. Kutu-kutu ini biasanya terdapat pada anjing, kucing, domba, dan sapi.

Sheng Jifang, seorang dokter dari rumah sakit afiliasi pertama di bawah Universitas Zhejiang mengatakan bahwa kemungkinan penularan dari manusia ke manusia tidak dapat dikesampingkan. Pasien dapat menularkan virus ke orang lain melalui darah atau lendir.

Meski begitu, dokter memperingatkan bahwa gigitan kutu adalah rute penularan utama. "Selama orang tetap berhati-hati, tidak perlu terlalu panik atas penularan virus tersebut," katanya Jifang.

Gejala

Gejala awal yang ditumbulkan virus itu adalah demam dan batuk. Penderita biasanya menggigil, kehilangan nafsu makan, mengalami muntah, diare, dan pendarahan pada gusi.

Tingkat parah adalah penurunan leukosit, trombosit darah di dalam tubuh penderita.


[Gambas:Video CNBC]

(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading