'Terinfeksi' Corona, UMKM di Hollywood Terancam Gulung Tikar

Lifestyle - Ratu Rina Windarty, CNBC Indonesia
25 April 2020 14:53
holywood high
Jakarta, CNBC Indonesia - Hollywood dikenal karena studio-studio besarnya dengan ribuan karyawan dan panggung raksasa. Namun dari 5.900 bisnis di Hollywood, 99,5% memiliki kurang dari 500 karyawan, dan lebih dari 90% memiliki kurang dari 10 karyawan.

Mereka adalah pelanggan, penyewaan properti, catering, dan perusahaan penyewaan trailer, spesialis suara dan editor film. Semuanya digunakan dalam pembuatan film, acara TV, atau iklan.

Setelah Covid-19 menyebabkan produksi hiburan terhenti, sebagian besar perusahaan mencatat pendapatannya anjlok ke nol dalam sebulan terakhir. Hal ini memaksa banyak perusahaan untuk memberhentikan karyawannya.


Dilansir di CNBC Internasional, salah satu perusahaan terdampak adalah Star Waggons, yang membangun dan menyewakan trailer khusus untuk bintang dan kru, untuk semuanya mulai dari syuting film dan TV hingga iklan dan konser. Perusahaan ini mempekerjakan sekitar 100 karyawan dan menghasilkan sekitar $ 20 juta per tahun.


Tapi, tahun ini situasinya sangat berbeda. Ketika set ditutup, CEO Jason Wagoner terpaksa memberhentikan beberapa karyawannya, seiring dengan pendapatan nol dalam beberapa bulan.

Wagoner mengaku mendapatkan pinjaman usaha kecil melalui Program Perlindungan Pendapatan (Paycheck Protection Program/PPP), yang menurutnya merupakan game-changer untuk perusahaan dan karyawannya.

"Pinjaman itu akan memungkinkan kita untuk melalui sisi lain - itu adalah tujuan kita, Kami memiliki neraca yang kuat, itu bagus, tetapi ini memberi kami tingkat kenyamanan ekstra karena kami tahu bahwa kami akan dapat mencapai sisi lain dari ini." kata Wagoner dikutip dari CNBC.

Lebih lanjut, dia berencana akan membawa kembali beberapa karyawan yang terlanjur diberhentikan. "Kami akan mencoba untuk membawa kembali, tetapi kami tidak benar-benar yakin, akankah itu bulan Mei, Juni, September? Kami benar-benar tidak tahu dan saya pikir ada banyak sekali ide." ujarnya.

Saat ini, pihaknya berusaha memastikan karyawannya siap untuk menerapkan jaga jarak ketika produksi mulai lagi. "Kami optimis, begitu produksi kembali, saya harus membayangkan hal itu akan sangat, sangat sibuk, tetapi ketika itu terjadi, saya tidak tahu." kata Wagoner.

Meski demikian, banyak dari usaha kecil di Hollywood tidak menerima manfaat dari pinjaman PPP. Contohnya, The mom and pop shops yang secara efektif adalah freelancer tanpa karyawan selain dari mereka sendiri, tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan PPP.


Kemudian, Camille's Catering menjadi salah satu dari perusahaan tersebut: yang melayani kru, kebanyakan di produksi film independen. Perusahaan ini didirikan Judy Napolitano dan putrinya Camille, setelah resesi 2009. Sekarang mereka tidak bisa mendapatkan pinjaman dari Asosiasi Bisnis Kecil.

"Saya tidak berpikir itu (PPP) benar-benar ditulis atau dipikirkan dengan baik untuk individu, untuk freelancer... dan ada banyak dari kita diluar sana, apakah bekerja di katering atau seorang penulis, seorang petugas pencahayaan apapun pengarah gaya rambut, manikur. Ada banyak orang yang hanya pekerja individu yang tidak memenuhi syarat untuk pinjaman ini." kata Napolitano.

Adapun saat ini,Napolitano mengaku dia danputrinya sedang menunggu produksi dimulai lagi, dan memikirkan tindakan pencegahan apa yang akan mereka ambil, seperti mengemas makanan dalam porsi individual daripada mengeluarkan prasmanan. Mereka berharap bahwa produksi film independen yang telah dijadwalkan untuk dimulai- dan dibatalkan karena harus tetap di rumah - akan dijadwalkan ulang lebih cepat daripada nanti.

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading