WHO: Corona Bongkar Betapa Buruknya Sistem Kesehatan Dunia

Lifestyle - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
31 March 2020 13:40
WHO menilai pandemi corona membongkar betara rapuh dan buruknya sistem kesehatan negara-negara di dunia
Jakarta, CNBC Indonesia- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pandemi yang terjadi saat ini membongkar bagaimana buruknya kondisi sistem kesehatan negara-negara di dunia selama ini.

Pandemi corona menyerang lebih luas, hampir seluruh negara di dunia terinfeksi virus yang bermula dari Wuhan, China, dan kini telah tembus 700 ribu lebih kasus dengan 37 ribu korban jiwa.

"Covid-19 menunjukkan betapa rapuhnya sistem dan pelayanan kesehatan di dunia, hingga memaksa negara -negara mengambil pilihan yang sulit untuk kebaikan rakyatnya," ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam keterangan tertulis di situs resmi WHO, Senin (30/3/2020).


WHO melihat bagaimana covid-19 memporak-porandakan suatau negara karena sistem kesehatan yang tak memadai. Kebutuhan akan fasilitas medis yang meroket begitu tajam dalam hitungan hari, sementara sarana, prasarana sampai tenaganya sangat-sangat terbatas.

Banyak negara kewalahan luar biasa dan memaksa keras sistem kesehatannya. Kondisi ini juga berakibat fatal ke para tenaga medis yang bertempur dan bertaruh nyawa melawan pandemi ini. Mereka bekerja dengan alat yang terbatas dan tak bisa beroperasi efektif.



Meski ini bukan pandemi pertama yang melanda dunia, namun WHO menilai kejadian serupa terus berulang. Padahal pandemi sebelumnya sudah memberi pelajaran penting soal efek dari sistem kesehatan yang kewalahan, yakni jumlah kematian yang meningkat dan risiko tak bisa antisipasi untuk pengobatan penyakit lainnya.

Seperti saat terjadi wabah Ebola di Afrika pada 2014-2015, selain karena Ebola jumlah kematian di benua tersebut juga meningkat karena penyakit lain seperti malaria, HIV/AIDS, dan tubercolosis.

Didorong oleh pengalaman ini, WHO pun meluncurkan panduan untuk negara-negara saat menghadapi tantangan serupa.

Panduan operasional ini tak cuma memberi navigasi untuk penanganan covid-19 tapi juga penyeimbangan agar bisa mempertahankan pemberian layanan kesehatan yang penting bagi masyarakat untuk mencegah timbulnya risiko kematian dari penyakit lain. Ini, istilah WHO, panduan untuk mengurangi risiko runtuhnya sistem kesehatan.

"Senjata pertahanan terbaik untuk melawan pandemi penyakit apapun adalah sistem kesehatan yang mumpuni," ujar Tedros.

Panduan ini ermasuk serangkaian tindakan yang harus dipertimbangkan oleh negara-negara di tingkat nasional, regional, dan lokal untuk mengatur kembali dan mempertahankan akses ke layanan kesehatan esensial berkualitas tinggi untuk semua warga.

WHO meminta seluruh negara harus mengidentifikasi layanan-layanan penting yang akan diprioritaskan dalam upaya untuk menjaga kesinambungan pemberian layanan. Serta membuat perubahan strategis untuk memastikan bahwa sumber daya yang semakin terbatas memberikan manfaat maksimal bagi penduduk.  .

Adapun beberapa contoh layanan penting meliputi, vaksinasi rutin, layanan kesehatan reproduksi termasuk perawatan selama kehamilan dan persalinan, perawatan bayi dan orang yang lebih tua;  pengelolaan kondisi kesehatan mental serta penyakit tidak menular dan penyakit menular seperti HIV, malaria dan TB;  terapi rawat inap kritis;  manajemen kondisi kesehatan darurat;  layanan tambahan seperti pencitraan diagnostik dasar, layanan laboratorium, dan layanan bank darah.


[Gambas:Video CNBC]




(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading