Menilik Kekayaan New Comers Crazy Rich Indonesians

Lifestyle - Tirta Widi Citradi, CNBC Indonesia
06 December 2019 06:42
Dalam daftar 50 orang terkaya di RI versi Forbes, nama Donald Sihombing dan Winarko Sulistyo muncul sebagai newcomer
Jakarta, CNBC Indonesia - Forbes kembali merilis daftar 50 orang terkaya Indonesia untuk tahun ini. Dari daftar tersebut ada dua pendatang baru dalam klasemen orang-orang tajir tanah air, mereka adalah Winarko Sulistyo dan Donald Sihombing.

Winarko masuk di urutan ke-27 orang terkaya Indonesia versi Forbes dengan total kekayaan mencapai US$ 1,2 miliar atau setara dengan Rp 16,8 triliun dengan asumsi kurs 14.000/US$. Forbes menilai kekayaan tersebut didapatkan dari menjual 55% saham produsen kertas kemasan miliknya yaitu PT Fajar Surya Kemasan Tbk senilai US$ 557 juta atau Rp 7,8 triliun.


Winarko adalah pengusaha Indonesia yang telah menggeluti industri kertas lebih dari 30 tahun. Pada 1987 Winarko menjabat sebagai Presiden Direktur Fajar Paper. Kemudian pada Mei 2014 Winarko menjadi Komisaris.


Pada Mei 2019, Siam Cement Group (SCG) melalui anak usahanya SCG Packaging Public Company Limited atau SCG Packaging (SCGP) mengakuisisi 55% kepemilikan di Fajar Paper dengan nilai akuisisi diperkirakan mencapai Rp 9,6 triliun saat itu. Kedua perusahaan menandatangani perjanjian jual beli saham dan ditargetkan akan rampung pada kuartal III-2019.



Mengacu data BEI, pada Jumat 28 Juni 2019, transaksi itu akhirnya rampung dengan adanya transaksi saham di pasar negosiasi atas saham FASW alias Fajar Paper. Saham FASW dibeli investor asing dan dijual investor domestik di pasar negosiasi dengan nilai transaksi serupa, tepatnya Rp 9,61 triliun.



Nilai itu terdiri dari 1,36 miliar saham di harga Rp 7.054/saham dalam enam kali transaksi pada pukul 11.18-11.19 WIB pada Jumat kala itu.

SCG, dalam pernyataan resminya, menyebutkan pendanaan akuisisi ini seluruhnya akan berasal dari kas internal perusahaan.


Setelah transaksi akuisisi ini dilaksanakan, SCG nantinya akan memberikan kesempatan kepada pemegang saham Fajar Surya Wisesa untuk melakukan penawaran tender atau tender offer.

Winarko juga merupakan pendiri PT Surabaya Agung Industri Pulp & Kertas. Ia juga menjabat sebagai direktur di PT Intercipta Sempana yang juga masih memiliki saham di Fajar Paper sebanyak 44,48%.

PT Fajar Surya Kemasan Tbk. pertama kali melantai di bursa pada 19 Desember 1994 atau 25 tahun silam. Sejak awal 2016, harga per lembar saham Fajar Paper telah meroket hingga 7 kali lipat. Pada 22 Februari 2016, harga per lembar saham hanya Rp 1.015 dan pada perdagangan hari ini ditutup di harga Rp 7.300/lembar.

Pendatang baru lainnya adalah penggemar mobil Ferrari yang juga pengusaha konstruksi Donald Sihombing. Pendiri dan Presiden Direktur PT Totalindo Eka Tbk. Persada ini menduduki peringkat ke-34 dengan kekayaan mencapai US$ 970 juta atau setara dengan Rp 13,6 triliun.

Perlu diketahui bersama perusahaan Donald Sihombing ini merupakan perusahaan konstruksi yang membangun hotel mewah Four Seasons di Jakarta. Donald Sihombing adalah seorang insiyur sipil tamatan AS yang memiliki 64% saham PT Totalindo Eka Persada Tbk.

PT Totalindo Eka Persada Tbk. pertama kali melantai di bursa pada 16 Juni 2017. Setelah IPO harga saham PT Totalindo Eka Persada Tbk. terus meroket dan menyentuh titik tertingginya pada 10 Juli 2018 dengan harga Rp 990/lembar.

[Gambas:Video CNBC]


(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading