Liputan Khusus

Investasi Asing Bikin Industri Film Bergairah

Lifestyle - Fikri Muhammad, CNBC Indonesia
31 March 2019 13:34
Deregulasi menjadi momen yang penting bagi industri perfliman Indonesia.
Jakarta, CNBC Indonesia - Deregulasi menjadi momen yang penting bagi industri perfliman Indonesia.

Pada tahun 2016, industri perfilman dikeluarkan dari Daftar Negatif Investasi (DNI). Ini berarti sektor tersebut terbuka bagi penanaman modal asing.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengatakan hal tersebut adalah momen kebangkitan perfilman Indonesia setelah sebelumnya berjaya di tahun 2000.


Sebelumnya, pembatasan investasi asing ke dalam industri film membuat perfilman Indonesia bagai katak dalam tempurung karena tidak bisa bergaul dengan industri perfilman yang sudah maju di luar. Dibukanya investasi dana asing menjadi titik awal untuk mempercepat akselerasi pertumbuhan film nasional.


Perubahan signifikan yang terjadi setelah DNI dicabut adalah suasana yang kompetitif dan terbuka. Batas-batas kerja sama yang tadinya tertutup dengan pihak luar negeri sekarang terbuka, seperti co-production dan modal dari pihak manapun yang penting bagi produksi film dan bioskop.

Dulu ada ketakutan bahwa investor asing yang dibiarkan masuk ke Indonesia akan mendominasi budaya dan industri perfilman. Namun, menurut Triawan itu adalah hal yang tidak benar.

"Sebelum Daftar Investasi Negatif dicabut, 80% film yang diputar adalah film luar negeri. Justru sekarang 60% yang diputar adalah film Indonesia. Ketakutan banyak orang adalah karena sudah berada di comfort zone," ucap Triawan kepada CNBC Indonesiad i Kantor Bekraf beberapa waktu lalu.

Pihak yang tadinya menutup diri terhadap keterbukaan ini sekarang mulai paham bahwa globalisasi tidak dapat dihindari. Ini karena keran investasi yang dibuka membuat para kreator film berbenah diri untuk meningkatkan kualitasnya, tidak hanya soal teknis, story telling juga perlu dibenahi,ujarnya.

Namun, pelaksanaannya memang tak semulus yang diharapkan. Triawan mengatakan masih ada pihak yang enggan mendukung kebijakan tersebut. Dari 12 asosiasi ia mendapatkan 11 suara yang mendukung pencabutan DNI. Namun, setelah DNI dicabut justru pemain itu kemudian ikut berkembang.

Investasi Asing Bikin Industri Film BergairahFoto: Infografis/Infografis 7 film Indonesia terlaris/Aristya Rahadian Krisabella

"Mereka fine-fine saja sekarang bahkan ikut bekerja sama dan berkembang. Termasuk bioskop XXI yang waktu itu reluctant untuk mendukung dibukanya DNI sekarang menjadi pemain yang paling duluan mendapatkan investasi di luar negeri, seperti dari Singapura mereka mendapat 3,5 triliun untuk 20%. Itu mereka gunakan untuk ekspansi," ucap Triawan.

Fauzan Zidni, seorang produser dari Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak mengatkan masuknya investasi asing pada industri film karena dicabutnya DNI membuat pelaku film tumbuh 100% dalam beberapa tahun terakhir. Ini terjadi karena adanya pembukaan layar bioskop dari 1.000 hingga 1.800.

Box Office yang terus tumbuh membuat para produser berani berinvestasi lebih. Kebebasan modal juga memperluas jaringan kerja sama di luar negeri.


"Dulu itu 100% modal lokal. Terus sekarang modal asing boleh masuk. Kan ada produksi dan distribusi," ujarnya.

"Di sisi produksi kemudian semakin banyak co-production bersama antara produksi Indonesia dan asing. Memang tidak bisa kita berharap bahwa dibukanya jalur ini langsung ada banyak. Tapi takes time," kata Fauzan Zidni yang juga menjadi Ketua Umum APROFI pada CNBC Indonesia.

Saksikan video sejarah perfilman Indonesia berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]




(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading