CNBC Indonesia Weekend

Fandomnya Banyak, Yuk Melihat Kembali Perjalanan Anime di RI

Lifestyle - Fikri Muhammad, CNBC Indonesia
16 March 2019 11:45
Fandomnya Banyak, Yuk Melihat Kembali Perjalanan Anime di RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia merupakan salah satu negara fandom (fans kingdom) budaya populer Jepang terbesar di Asia. Seperti dorama (serial televisi), manga, cosplay, dan anime atau kartun Jepang.

Prista Ardi Nugroho dan Grendi Hendrastomo dalam jurnal Pendidikan Sosiologi menjelaskan bahwa anime bisa menjadi produk budaya yang sesuai dengan selera banyak orang. Bahkan meningkatkan jumlah orang yang ingin belajar bahasa Jepang.

Dari Survei Japan Foundation menyebutkan bahwa Indonesia menjadi nomor 2 terbanyak di seluruh dunia. Melihat jumlah pelajar yang ingin belajar Jepang yang dipengaruhi oleh anime.


Istilah anime Jepang adalah dari animēshon (yang ditransliterasikan dari bahasa Inggris). Dalam bahasa Jepang, istilah itu menunjukkan semua jenis animasi.

Jadi yang Terbesar, Ini Perjalanan Anime di IndonesiaFoto: Subindo, Web Streaming Anime (CNBC Indonesia)


Pada tahun 1963, artis manga dan animator terkenal bernama Osamu Tezuka memenangkan hati jutaan anak muda di Amerika Serikat dengan Astro Boy setelah tayang pada NBC. Astro Boy merupakan kisah dari seorang anak bernama Tobio yang mengalami kecelakaan mobil. Dr.Tenma, sang ayah jenius mencoba membangkitkan lagi raganya dengan membuat robot super bernama Atom.

Astro Boy menarik berbagai kalangan karena menyajikan cerita masa depan di tahun 2000. Kinko Ito, dalam jurnal berjudul A History of Manga in the Context of Japanese Culture and Society menyebutkan bahwa Tezuka merupakan penemu manga dan anime modern. Ia menciptakan teknik sinematis yang berpengaruh pada industri anime. Seperti gambar karakter yang bermata belo.

Anime merupakan animasi dari Jepang yang memiliki teknik gambar yang berbeda. Penayangannya juga tidak seperti layaknya kartun barat yang rilis per tahun tetapi muncul seasonal. Seperti yang diungkapkan oleh Salah satu admin streaming website anime gratis di Indonesia bernama Tahti (bukan nama asli).

Anime itu ialah animasi kartun khusus dari Jepang. Perbedaannya mungkin dari segi teknik gambar. Selain itu, anime rilisnya 3 bulan sekali, tergantung season. Tiap musim semi, panas, gugur, dan dingin itu muncul 30-40 anime baru di tiap musimnya. Berbeda dengan kartun lain yang biasanya rilis tahunan," kata Tahti (28) pada CNBC Indonesia (11/3/2019).

Disisi lain, pemilik akun fanpage anime bernama Ki-Kun (bukan nama sesungguhnya) mengatakan bahwa prinsip utama anime adalah tontonan untuk menghibur orang. Ia berkata bahwa stigma anime sebagai tontonan anak-anak tidak berlaku lagi karena kebebasan internet.

"Karena kebebasan internet, stigma anime untuk dewasa pun gaberlaku. Internet nge push semua tembok yang ada. Anime kan sebenarnya udah dikasih rating, bahkan anak2 yang nonton. Udah gada lagi anime untuk anak kecil atau dewasa. Karena udah umum aja," kata Ki-Kun pada CNBC Indonesia di Jakarta (11/3/2019).

Selain itu, Ki-Kun juga berkata bahwa kemunculan anime tiap musim dikarenakan sumber utama yang belum selesai sperti manga (komik Jepang) atau novelnya. Pengeluaran uang produksi anime menurut Ki-Kun sekali tayang bisa keluar 1 miliar. Bahkan ada beberapa studio yang bangkrut.

"Satu anime kan bisa 1 miliar lah satu episode. Mereka juga butuh sponsor karena budgetnya nggak sebanding pemasukan. Makanya beberapa ada yang bangkrut. Kaya studio animenya The World God Only Knows," ucap Ki-Kun.

Marco, seorang founder streaming anime berbayar Indonesia bernama Ponimu menjabarkan lebih dalam bahwa anime merupakan media penyampaian sebuah cerita. Penayanganya disajkian dengan gambar bukan oleh aktor seperti film live-action.

Fandomnya Banyak, Yuk Melihat Kembali Perjalanan Anime di RIFoto: Marco pemilik website streaming anime berbayar bernama Ponimu (CNBC Indonesia/Fikri Muhammad)


Stereotip barat mengatakan bahwa anime merupakan cara orang Jepang agar terlihat seperti bangsa Kaukasia. Karena gambar bermata belo dan berambut pirang. Marco tidak mengelak bahwa ada seterotip seperti itu. Namun tidak dengan anime yang sekarang karena tiap 5-10 tahun sekali gaya penggambaran anime berganti-ganti. Tren mata tokoh sekarang cenderung lebih kecil.

Di jepang, penayangan anime terdapat dua jenis. Untuk anime dewasa ditayangkan jam 8 malam sampai 2 dini hari sedangkan anime anak-anak ditayangkan pada hari minggu. Marco yang pernah lama di Jepang ini mengatakan bahwa penayangan anime di Indonesia terkadang salah kaprah. Karena anime dewasa acap kali ditayangkan pada hari minggu.

Untuk sekali produksi anime menurut Marco bisa mencapai 3 miliar. Namun bila anime tersebut memili cerita yang bagus maka budget produksinya bisa dua kali lipat.

"Seperti komik Attack on Titan itu kan gambar komiknya sangat jelek. Cuma ceritanya gila. Nah itu dibuat menjadi anime dengan budget nyaris 2 kali lipat dari anime biasa. Bahkan itu menjadi contoh penjualan anime yang melebihi komiknya," kata Marco di kantor Ponimu, Jakarta Barat (14/3/2019).

Proses pembuatan anime di Jepang ialah melalui komite yang dibentuk dari berbagai perusahaan.

"Jadi misalnya ada perusahaan punya ide bahwa komik ini terkenal dan laku. Lalu dia keliling ke perusahaan lain mau ga investasi untuk anime bareng-bareng. Sudah jadi komite maka ditentuin berapa persen pembagianya. Nah, setelah production comite terbentuk lalu bikin ke production house," ucap Marco.


(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading