Ladies, 6 Film Bertema Perempuan Ini Wajib Kalian Tonton!

Lifestyle - Fikri Muhammad, CNBC Indonesia
11 March 2019 21:02
Ladies, 6 Film Bertema Perempuan Ini Wajib Kalian Tonton!
Jakarta, CNBC Indonesia- Masih dalam rangkaian hari perempuan internasional, kali ini CNBC Indonesia akan mengulas soal film-film bertemakan perjuangan wanita dari dalam dan luar negeri.

Hari perempuan internasional pada 8 Maret telah diputuskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tahun 1975. Mengapa kita masih memperingati hari perempuan? Karena tujuan dasarnya ialah mencapai kesetaraan jender.




Untuk melihat pencapaian-pencapaian perempuan bisa dilihat dari film. Film bisa menginspirasi manusia karena menurut Sigmun Freud dalam bukunya yang berjudul Naluri Kekuasaan menyebutkan bahwa adegan atau tokoh dalam film merupakan representasi kehidupan nyata seseorang.

Biasanya seseorang tersebut tidak bisa melakukanya di dunia nyata. Sehingga film merupakan eskapis yang begitu menginspirasi bagi orang-orang yang menontonya.

Berikut 6 film yang coba dirangkum oleh CNBC Indonesia untuk melengkapi perjuangan perempuan yang bisa menginspirasi pemikiran dan gerakan perempuan.




Kartini

Ladies, 6 Film Bertema Perempuan Ini Wajib Kalian Tonton!Foto: Kartini (ist)

Kartini (2017) merupakan film biografi yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo yang sempat diputar di Markas Besar PBB di New York. Sejak bangku sekolah, nama Kartini lekat sebagai sosok yang menjunjung emansipasi.

Namun emansipasi bukanlah spektrum pembebasan yang sederhana. Film ini mengajarkan bagaimana perjuangan perempuan menembus persamaan derajat melalui usaha Kartini mendobrak patriarki dalam budaya priyayi Jawa.

Kartini dalam film tersebut merupakan sosok yang terkekang oleh budaya. Mengharuskan perempuan berada di dalam rumah, mengurus urusan rumah tangga, bertutur yang sopan, dan menurut apa kemauan lelaki.

Dengan label perempuan yang lembut, pasif, Kartini muda menganggap keluarga sebagai penjara yang dapat menghilangkan kemerdekaannya. Untung ada Marie Ovink, istri seorang pegawai administrasi kolonial Hindia Belanda yang mengenalkannya pada jurnal De Hollandsche Leile.

Lewat jurnal itu Kartini mempunyai sahabat pena dari Belanda bernama Estella Zeehandelar. Melatihnya meningkatkan kemampuan literasi yang baik.

Kemudian ia berkenalan dengan buku-buku lain seperti Max Havelaar, Surat-Surat Cinta; Kekuatan Gaib, hingga roman feminis Goekopp de-Jong Van Beek.

Lambat laun, Kartini yang memiliki intelektualitas sadar betapa pentingnya memajukan perempuan pribumi yang tidak mendapat akses ilmu dan kehidupan yang layak. Melalui pendidikan, ia mencoba mengajari anak-anak perempuan untuk mendapat akses ilmu pengetahuan yang layak.

Apa yang dilakukan Kartini dalam film tersebut sesungguhnya bukan gerakan balas dendam pada kaum lelaki. Lebih jauh dari itu, Kartini mencoba menciptakan hubungan antar sesama manusia (laki-laki dan perempuan) yang setara.


Hidden Figures

Ladies, 6 Film Bertema Perempuan Ini Wajib Kalian Tonton!Foto: Hidden Figures (ist)

Film ini mengisahkan tentang 3 orang perempuan yang terlabel dua momok minoritas pada zamannya. Satu karena perempuan, dua karena dia colored, negro, atau Afro-Americans yang merujuk pada kelompok etnis berkulit hitam.

Katherine G. Johnson, Dorothy Vaughan, dan Mary Jackson adalah 3 orang perempuan yang bekerja untuk NASA pada saat Amerikat Serikat sedang gencar-gencarnya berlomba dalam "Space Race". Perjuangan menuju luar angkasa dengan meluncurkan satelit yang mengorbit bumi.
Kisah ini adalah nyata berdasarkan buku berjudul Hidden Figures yang ditulis oleh Margot Lee Shetterly pada 2016.

Salah satu adegan menyentuh dalam film ini ketika sang matematikawan Katherine G. Johnson harus bolak-balik ke gedung barat hanya untuk mendapatkan akses kamar mandi untuk minoritas, yang saat itu terpisah antara kulit putih dan berwarna.

Mr. Harrison yang diperankan oleh Kevin Costner memarahinya karena menghabiskan 40 menit hanya untuk pergi ke toilet. Situasi kala itu sedang genting karena T-Minus (istilah NASA untuk menghitung mundur besar dan kecil peluncuran roket).

They are no colored bathroom in this building. Or any building outside the west campus which is half mile away. Did you know that!? I have to walk to Timbuktu just to relief myself. And I can't use of the handy bikes. So excuse me, if I have go the restroom a few times a day.

Saat berusia 98 tahun, Katherine mendapatkan anugerah penghargaan Presidential Medal of Freedom, penghargaan jasa tertinggi Amerika Serikat di tahun 2015 karena jasanya di awal masa NASA. Seperti membantu arah dan lintasan roket dan program pesawat ulang-alik Apollo 11.

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak
Ladies, 6 Film Bertema Perempuan Ini Wajib Kalian Tonton!Foto: Marlina (ist)

Cerita Marlina dirunut dalam 4 babak (perampokan, perjalanan, pengakuan, dan kelahiran) Marlina yang diperankan oleh Marsha Timothy tampil dingin walaupun ia didera pelecehan seksual.

Film Garapan Mouly Surya mampu menyihir penonton karena menampilkan perjuangan perempuan independen yang berbeda.

Marlina yang saat itu didatangi oleh Markus untuk merampok dan memperkosanya dengan terang-terangan melawan. Menebas kepala Markus sampai buntung, lalu ia tenteng menuju tempat peradilan.

Mouly memperlihatkan perjuangan perempuan yang tebal. Marlina dalam film mempunyai simbol minoritas diantaranya adalah perempuan, miskin yang hidup di daerah terpencil, dan tidak berpendidikan.

Dalam adegan, Marlina membawa kotak berisi kepala yang dia bawa ke kantor polisi. Menceritakan kisah perampokan dan pemerkosaan yang dialami olehnya. Tetapi, polisi tidak menanggapi Marlina dengan serius. Malahan ia berkomentar bahwa seharusnya Marlina enjoy menikmati pemerkosaan.

Seluruh film ini berbicara tentang power, kontrol, dan dominasi. Penggambaran ini muncul dalam visual seperti saat Marlina membunuh beberapa orang setelah menyantap sup ayam.

Dia menatap kamera dengan tersenyum ke penonton. Film ini ingin menyampaikan siapa yang berkuasa (Marlina) dan siapa yang harus tunduk (laki-laki).

Evita
Maria Eva Duarte de Péron, dikenal dengan nama Evita Péron atau Eva Péron. Disutradarai oleh Alan Parker dan Madonna sebagai Eva. Film ini tayang dalam bentuk musikal pada tahun 1996.

Ladies, 6 Film Bertema Perempuan Ini Wajib Kalian Tonton!Foto: Evita (ist)

Pada usia 15 tahun, Eva tinggal di Junín dan menginginkan kehidupan yang lebih baik di Buenos Aires. Eva membujuk penyanyi Tango bernama Agustín Magaldi untuk membawanya ke sana.

Setelah berpisah dengan Magaldi, ia menjadi model dan bertemu Kolonel Juan Péron di sebuah penggalangan dana setelah gempa bumi San Juan di tahun 1944.

Kemudian Péron memenangkan pemilihan presiden dan menikahi Eva. Berjanji untuk membawa pemerintahan yang pro terhadap descamisados (kaum miskin Argentina).

Semasa hidup, Eva dikenal sebagai pejuang hak perempuan. Seperti membantu mendukung Undang-Undang untuk mengakomodasi hak pilih perempuan yang akhirnya disetujui senat Argentina pada 1946.

Pada awal pemerintahan Juan Péron, Eva memulai "Rainbow Tour" Eropa. Dalam film, Madonna menampilkan sosok Eva yang glamor sambil bernyanyi lagu Rainbow High. Tur ini mengundang penerimaan yang beragam. Mulai dari orang Spanyol memujanya sampai orang Italia yang memanggilnya pelacur.

Sambil melambai-lambai dalam arak-arakan, Eva menebar senyum pada public yang menyambut kedatanganya.

Look out, mighty Europe
Because you oughta know whatcha gonna get in me
Just a little touch of
Just a little touch of
Argentina's brand of star quality

Sekembalinya ke Eropa, Eva mendirikan sebuah Yayasan bernama Eva Peron untuk memantu orang miskin. Yayasan ini membangun ribuan rumah sakit, sekolah, dan rumah tinggal untuk kaum perempuan dan anak-anak tunawisma.

Legally Blonde
Ladies, 6 Film Bertema Perempuan Ini Wajib Kalian Tonton!Foto: Legally blonde (ist)

Stereotip wanita Barbie Girl era awal 2000-an awal glamor yang bodoh ditepis dalam film yang dibintangi oleh Reese Whiterspoon. Elle Woods adalah wanita yang berpisah dengan kekasihnya Warner Huttington III karena keluarganya menganggap bahwa wanita pirang identik dengan otak yang dangkal.

Elle memang sosok wanita pirang yang digambarkan membawa anjing cihuahua ala paris Hilton. Untuk membuktikan bahwa dirinya tidak termasuk pirang bodoh. Elle berencana masuk sekolah hukum Harvard.

Elle mengirim suatu essay kontrovesial sebagai syarat masuk Harvard. Dengan bikini dan kolam berenang lah Elle berhasil masuk Harvard, tempat kuliah Warner.

Perlahan, Elle tumbuh sebagai wanita yang pintar. Setelah sebelumnya ia dicemooh oleh teman dan dosenya karena dianggap tidak bisa melakukan apapun.

Adegan menarik dalam film ini adalah ketika Elle berhasil membuat kagum Proffesor Callahan saat berbedat soal donor sperma dan hukum. Elle mendapatkan izin untuk magang dengan Proffesor Callahan usai menang debat dengan Warner.


Captain Marvel
Ladies, 6 Film Bertema Perempuan Ini Wajib Kalian Tonton!Foto: Captain Marvel (ist)

Film superhero tunggal perempuan ini mempunyai segmen yang lebih populer ketimbang film-film di atas. Karena kemasan superhero, maka film ini bisa menjadi tokoh idola bagi para anak-anak perempuan. Igor Saykoji pun mengungkapkan pendapatnya pada DetikHot beberapa waktu lalu.

Gua seneng, gua nonton ini bareng anak gua yang cewek, karena selalu film-film superhero itu selalu lekat dengan karakter utama laki-laki, kita nggak pernah tahu nilai seorang perempuan tuh seperti apa dari perspektif film-film superhero. Jadi sekali lagi disini bukan soal powernya dia aja, tapi emang secara manusia ini bisa jadi role model yang baik terutama buat anak-anak cewek," katanya pada DetikHot (6/3/2019).

Melihat pendapat tersebut, hari perempuan bukan saja dirayakan oleh kalangan dewasa, yang mengerti arti kesetaraan perempuan. Ini menjadi alternative bagi anak-anak, selain merayakan hari Kartini dengan berkebaya di sekolah-sekolah.

Film itu menunjukkan woman power. Carol Denver, sosok asli Captain Marvel itu seringkali dianggap remeh karena dirinya perempuan. Carol adalah sosok yang tomboy di masa kecil dan bercita-cita menjadi seorang pilot.

Beberapa kali dia sempat diremehkan saat bermain baseball dan mengikuti festival balap. Keinginannya adalah mengalahkan laki-laki.
Sampai lah ia menjadi pilot Angkatan Udara Amerika Serikat. Dari pasukan itu, hanya dia dan temanya sosok perempuan. Permasalahan pun kerap bergunjing selama masa akademi pilot tersebut.


Simak video film pilihan untuk hari perempuan di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]

(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading