Menguak Rintangan Terbesar Bisnis Aquascape: Masalah Teknis

Lifestyle - Fikri Muhammad, CNBC Indonesia
24 February 2019 17:05
Menguak Rintangan Terbesar Bisnis Aquascape: Masalah Teknis
Jakarta, CNBC Indonesia - Para pehobi banyak menemukan kesulitan dalam memelihara ekosistem akuarium mereka. Buruknya pertumbuhan tanaman dan masifnya pertumbuhan algalah sebabnya. Karena itu, banyak pehobi yang tidak menyukai tanaman di akuarium bahkan memilih untuk menyerah.

Paragraf di atas merupakan penggalan dari buku berjudul Ecology of the Planted Aquarium oleh Diana L. Walstad, seorang mikrobiologis yang juga terkenal dalam dunia aquascape. Dalam bukunya juga dijelaskan para pehobi atau toko retail seringkali gagal menanam tanaman di akuarium karena metode mereka yang salah.

Adalah Wendy Kurniawan yang setuju dengan Walstad, mengenai pentingnya tanaman dalam aquascape. Wendy yang juga salah satu pemilik toko retail bernama Aquajaya berkata ekosistem aquascape harus mendukung pertumbuhan tanaman. Tidak hanya sebatas dekorasi yang baik dan enak dipandang.




Tanaman dalam aquascape dapat tumbuh jika mengalami fotosintesis yang baik. Hal itu, menurut Wendy, memerlukan elemen-elemen seperti parameter air, nutrisi, CO2, dan cahaya yang seimbang. Berbeda jenis tanaman maka berbeda pula cara merawatnya. Wendy menganalogikanya dengan kebutuhan hidup manusia yang beragam.

"Takaran seimbang itu tergantung tanaman. Sama seperti manusia, ada yang orangnya kurus makanya sedikit. Ada yang orangnya gemuk makanya banyak. Kebutuhanya kan beda nih," kata Wendy kepada CNBC Indonesia di Wisma Mulia, Jakarta Selatan, Rabu (20/2/2019).

"Sementara tanaman ada yang butuh cahaya rendah dan yang tinggi. Ada yang butuh CO2 sedikit dan banyak. Ada yang butuh parameter pH air agak asam (acid), ada yang butuh agak basa (alkali). Jadi parameter air dan spek akuarium disesuaikan dengan tanaman yang akan kita masukan ke dalam akuarium," lanjutnya.

Menguak Rintangan Terbesar Bisnis Aquascape: Masalah TeknisFoto: Bisnis Aquascape (CNBC Indonesia/Fikri Muhammad)


Pemilihan tanaman juga dipengaruhi fauna yang akan digunakan di aquascape, meskipun ikan air tawar memiliki rentang hidup dalam parameter air yang hampir sama, yakni di pH 6 sampai 7.

Kecuali untuk jenis ikan yang hidup pada suhu yang tinggi. Seperti ikan berbentuk pipih bernama Discus. Ikan yang berhabitat di Sungai Amazon ini biasa hidup pada suhu di atas 28 derajat celcius. Maka dari itu perlunya menanam tumbuhan yang mampu menyesuaikan dengan kebutuhan Ikan Discus.

Lain halnya dengan Ikan Cichlid dari perairan Danau Tanganyika dan Malawi, Afrika. Ikan ini membutuhkan pH air yang lebih basa antara 8 sampai 9. Ini sebetulnya agak menyulitkan menurut Wendy untuk mengombinasikan tanaman air tawar dan ikan Cichlids. Karena tanaman air tawar biasanya optimal pada pH 6 sampai 7.



Merawat aquascape memang tidak sembarang. Lampu juga menjadi hal yang penting sebagai bahan bakar energi dalam ekosistem. Aldino Rafiq menjelaskan bahwa watt pada lampu perlu diseimbangkan dengan CO2.

"Aquascape ibarat menggoreng ayam. Kalau apinya kebesaran dan minyaknya sedikit maka hasilnya tidak baik. Watt lampu pada aquascape juga perlu seimbang. Tidak boleh misalnya pakai watt lampu tinggi 320 Watt tetapi tidak pakai CO2," kata Aldino kepada CNBC Indonesia di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Selasa (19/2/2019).

Salah satu aquascaper dari Happy Fish Indonesia ini pun berkata bahwa perlu adanya maintenance yang rutin untuk aquascape. Terutama sebelum aquascape itu menjadi mature pada waktu tiga bulan.

Menguak Rintangan Terbesar Bisnis Aquascape: Masalah TeknisFoto: Bisnis Aquascape (CNBC Indonesia/Fikri Muhammad)


Karena jika ada alga dalam aquascape maka itu menandakan bahwa ada yang tidak seimbang dari elemen-elemen yang sudah disebutkan. Hal ini menurut Aldino tidak baik karena alga dapat menganggu estetika. Selain itu, alga juga dapat mengganggu kesehatan tumbuhan karena mereka bisa saling berkompetisi dalam menyerap nutrisi.

"Kalau maintenance harus sering dikerjakan. Soalnya terdapat akumulasi bahan organik dari kotoran ikan dan metabolisme tanaman itu makin cepet numpuk. Biasanya saya satu minggu sekali untuk akuarium ukuran 60 centimeter. Kalau ukuran 20 cm bisa satu minggu 2 sampai 3 kali. Semakin kecil harus semakin sering. Karena semakin kecil volume air maka parameternya semakin cepat berubah," kata Aldino.

Simak video terkait aquascape di bawah ini.

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading