Harga Emas Dunia Naik, Logam Mulia Antam Malah Turun

Investment - Aulia Mutiara Hatia Putri, CNBC Indonesia
12 November 2022 16:20
Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo) Foto: Koin Emas Dirham (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas Logam Mulia produksi PT AntamTbk tak mampu melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini. Namun perlemahan tak begitu signifikan karena tren harga emas dunia yang cenderung bergerak naik.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, harga emas batangan pada Sabtu (12/11/2022) dengan berat 1 gram dijual Rp 972.000. Harganya turun hanya Rp 2.000. Meski turun, harga tersebut masih tinggi sejak 6 Oktober 2022 atau sebulan terakhir saat emas Antam pada saat itu menyentuh Rp 957.000.

Jika melihat data perdagangan sepekan terakhir, harga emas Antam sempat mencatatkan posisi terendahnya pekan ini yakni pada 8 November 2022 di Rp 950.000. Namun setelah itu, harga emas Antam kembali bergerak naik. Dengan ini, dalam sepekan harga emas Antam sudah naik 3,73%.

PT Antam menjual emas mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram. Harga jual tersebut belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.

Sementara itu, pergerakan harga buyback (harga yang digunakan ketika menjual emas kembali) tercatat stagnan di Rp 874.000/gram.

"Harga jual kembali adalah sama untuk semua pecahan dan tahun produksi," jelas keterangan di situs Antam.

Harga emas dunia yang di banderol dengan dolar Amerika Serikat (AS) menjadi penggerak utama harga emas batangan di dalam negeri. Naik turunnya cenderung mengikuti emas dunia, meski dengan persentase yang berbeda.

Selain nilai tukar rupiah, supply-demand di dalam negeri turut mempengaruhi harga emas Antam.

Harga emas Antam yang menguat sejalan dengan kenaikan harga emas dunia di pasar spot yang melonjak 2,7% menjadi US$ 1.751,6 per troy ons pada perdagangan Jumat (11/11/2022).Pendorongnya adalah inflasi tahunan Amerika Serikat pada Oktober turun ke 7,7%year-on-year/yoy.

"Ketika kita mulai melihat data inflasi yang menunjukkan bahwa inflasi turun, ada ekspektasi bahwa The Fed akan mulai memperlambat laju kenaikan suku bunga tersebut," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Tingkat inflasi yang mengacu Indeks Harga Konsumen Amerika Serikat naik hanya 0,4% pada Oktober dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm). Sementara inflasi tahunan tercatat melandai ke 7,7% year-on-year/yoy.Sementara inflasi inti bertumbuh 0,3% mtm dan 6,3% yoy.

Ini merupakan kenaikan tahunan terendah sejak Januari. Ekonom mengharapkan kenaikan 0,6% mtm dan 7,9% yoy.

Inflasi yang turun meningkatkan ekspektasi pasar bahwa agresivitas The Fed dalam menaikkan suku bunga akan berkurang,Emas sangat sensitif terhadap suku bunga AS, karena hal ini meningkatkan biaya peluang memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

Wajar saja, Kenaikan suku bunga The Fed, dan bank sentral lainnya di berbagai negara menjadi "musuh" utama emas.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

Harga Emas Antam Turun Rp 8.000, Jadi Rp 957.000/Gram


(aum)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading