Siap-Siap, Harga Emas di Pegadaian Bakal Nanjak!

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
27 October 2022 08:25
Pegawai merapikan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Harga emas batangan yang dijual Pegadaian mengalami penurunan nyaris di semua jenis dan ukuran /satuan.  (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Pegawai merapikan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Harga emas batangan yang dijual Pegadaian mengalami penurunan nyaris di semua jenis dan ukuran /satuan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia sedang dalam tren kenaikan, hal ini tentunya akan mempengaruhi harga emas batangan di dalam negeri.

Di Pegadaian, beberapa harga emas batangan sudah mengalami kenaikan. Pegadaian menjual 3 jenis emas Antam dan emas UBS berbagai ukuran dan satuan.

Harga emas Antam standar dan batik stagnan pada perdagangan Kamis (27/10/2022).

Ukuran 1 gram hari ini masing-masing dibanderol Rp 926.000/batang dan Rp 1.131.000/batang. Pegadaian menjual emas Antam standar mulai ukuran 0,5 gram sampai 1.000 gram, sementara emas Antam batik hanya tersedia ukuran 0,5 gram, 1 dan 8 gram.

Kemudian emas Antam retro hari ini mengalami kenaikan harga. Ukuran 1 gram dijual Rp 943.000/batang, naik dari sebelumnya Rp 934.000/batang.

Emas Antam retro merupakan emas kemasan lama, dimana keping emas dan sertifikatnya terpisah. Emas retro ini terakhir kali diproduksi pada tahun 2018.

Pegadaian menjual Antam retro mulai ukuran 0,5 gram sampai 1.000 gram.

Terakhir ada emas UBS yang harganya juga naik. Ukuran 1 gram dijual Rp 934.000/batang, naik dari Rabu kemarin Rp 926.000/batang.

Besok ada peluang harga emas di Pegadian akan kembali naik melihat harga emas dunia yang mampu melesat 0,7% pada perdagangan Rabu kemarin. Pagi ini, tercatat kembali naik 0,2%.

Kenaikan emas dunia tersebut terjadi setelah indeks dolar Amerika Serikat (AS) jeblok hingga lebih dari 1% menyusul adanya harapan bank sentral AS (The Fed) akan mengendurkan laju kenaikan suku bunga.

Sebelumnya Wall Street Journal (WSJ) melaporkan beberapa pejabat The Fed mulai mengisyaratkan keinginan mereka untuk memperlambat laju kenaikan segera.

"Artikel Wall Street Journal yang menyebutkan laju kenaikan suku bunga sedang dipertimbangkan oleh para pelaku pasar," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities, dikutip dari Reuters Jumat lalu.

Presiden The Fed San Francisco, Mary Daly mengatakan bahwa The Fed harus menghindari menempatkan ekonomi AS ke dalam "penurunan paksa" dengan pengetatan yang berlebihan. Ia menambahkan bahwa The Fed mendekati titik di mana laju kenaikan suku bunga harus diperlambat.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Siap-Siap Bunda, Harga Emas di Pegadaian Bisa Turun Banyak


(pap/pap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading