Duh! Emas Antam Makin Tenggelam Di Level Terendah 6 Bulan

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
01 September 2022 09:10
Emas (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto) Foto: CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) atau yang dikenal dengan emas Antam jeblok lagi pada perdagangan Kamis (1/9/20220), hingga menyentuh level terendah dalam lebih dari 6 bulan terakhir. Penyebabnya, apa lagi kalau bukan harga emas dunia yang terus merosot.

Berdasarkan data dari situs resmi milik PT Antam, harga emas batangan hari ini merosot Rp 8.000/gram. Emas dengan berat 1 gram dibanderol Rp 949.000/batang, merosot 0,83% dari hari sebelumnya. Level tersebut merupakan yang termurah sejak16 Februari lalu.

PT Antam menjual emas mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram. Harga jual tersebut belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.


Harga emas dunia kemarin merosot 0,75% ke US$ 1.710/US$. Penyebabnya, bank sentral di berbagai negara yang diperkirakan akan semakin agresif dalam menaikkan suku bunga.

Edward Moya, analis dari OANDA, mengatakan arah pergerakan kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) ke depan makin jelas yakni pengetatan secara agresif. Kondisi ini membuat emas terus terpuruk.

Sebabnya, imbal hasil (yield) Treasury akan semakin tinggi, yang membuat emas menjadi tidak menarik. Emas dan Treasury sama-sama dianggap safe haven, tapi emas merupakan aset tanpa imbal hasil, sehingga menjadi tak menarik saaat yield Treasury tinggi.

Setelah pernyataan Ketua Bank Sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) Jerome Powell yang hawkish pekan lalu, pejabat the Fed Loretta Mester mengatakan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan sampai 4% hingga awal tahun depan. Sebagai catatan, the Feds udah menaikkan suku bunga acuan sebanyak 225 bps hingga ke kisaran 2,25%-2,5%sepanjang tahun ini.

"Sangat jelas the Fed akan sangat agresif dengan pengetatan moneternya karena tekanan inflasi yang meningkat. Ini bukan kondisi yang bagus buat emas," tutur Moya, seperti dikutip Reuters.

Moya mengingatkan pengetatan kebijakan moneter tidak hanya datang dari AS tetapi juga wilayah lain seperti Eropa. Kondisi tersebut semakin memperburuk pergerakan emas ke depan.

Kenaikan suku bunga acuan membuat dolar AS terus dicari sehingga harga emas makin mahal. Hal tersebut membuat daya tarik emas berkurang.

Selain The Fed, bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) juga akan agresif menaikkan suku bunganya.

Anggota dewan gubernur ECB, Madis Muller. Ia menyebut ECB seharusnya mulai mendiskusikan kenaikan 75 basis poin pada September.

TIM RISET CNBC INDONESIA 

Artikel Selanjutnya

Harga Emas Antam Jumat 10 Juni 2022: Naik Seceng-Noceng


(pap/pap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading