Minggu Bikin 'Happy', Emas Pegadaian Bertahan di Rp 1 Jutaan

Investment - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
14 August 2022 10:40
Pegawai merapikan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Harga emas batangan yang dijual Pegadaian mengalami penurunan nyaris di semua jenis dan ukuran /satuan.  (CNBC Indonesia/Tri Susilo) Foto: Pegawai merapikan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Harga emas batangan yang dijual Pegadaian mengalami penurunan nyaris di semua jenis dan ukuran /satuan. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan di PT Pegadaian mampu bertahan di level sejuta hingga perdagangan hari ini (14/8/2022)

Pegadaian sendiri menjual berbagai jenis emas, yaitu emas Antam, Antam Retro, Antam Batik, dan UBS. Ukurannya pun dijual beragam, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.

Pada perdagangan hari ini, harga emas Antam dibanderol Rp 1.025.000 per gram. Emas ini tersedia mulai ukuran/satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram.


Sementara itu, emas Antam Retro harga 1 gram senilai Rp 974.000. Emas Antam Retro adalah emas kemasan lama di mana keping emas dan sertifikatnya terpisah.Emas Antam Retro kali terakhir diproduksi pada 2018, dan tersedia mulai satuan 0,5 gram hingga 100 gram.

Pegadaian juga menawarkan emas Antam Batik yang merupakan jenis emas Antam berharga termahal. Harga emas termahal harganya senilai Rp 1.180.000 per gram. Emas ini dijual dalam 3 satuan saja yaitu 0,5 gram, 1 gram, dan 8 gram.

Terakhir, harga emas UBS yang dikeluarkan PT Untung Bersama Sejahtera harganya Rp 965.000 per gram. Emas UBS yang tersedia lengkap mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram.

Satuan

Antam

Retro

Batik

UBS

0.5

Rp 565,000

Rp 520,000

Rp 637,000

Rp 515,000

1

Rp 1,025,000

Rp 974,000

Rp 1,180,000

Rp 965,000

2

Rp 1,986,000

Rp 1,928,000

Rp -

Rp 1,914,000

3

Rp 2,954,000

Rp 2,863,000

Rp -

Rp -

5

Rp 4,888,000

Rp 4,758,000

Rp -

Rp 4,727,000

8

Rp -

Rp -

Rp 8,937,000

Rp -

10

Rp 9,719,000

Rp 9,455,000

Rp -

Rp 9,403,000

25

Rp 24,165,000

Rp 23,504,000

Rp -

Rp 23,462,000

50

Rp 48,247,000

Rp 46,923,000

Rp -

Rp 46,826,000

100

Rp 96,412,000

Rp 93,761,000

Rp -

Rp 93,615,000

250

Rp 240,754,000

Rp 234,119,000

Rp -

Rp 233,966,000

500

Rp 481,290,000

Rp 468,012,000

Rp -

Rp 467,381,000

1000

Rp 962,537,000

Rp 935,981,000

Rp -

Rp -

Pada Jumat (12/8/2022) harga emas dunia di pasar spot menguat 0,69% menjadi US$1.801,76 per troy ons.

Dalam sepekan, harga emas menguat 1,57% secarapoint to point.Dalam sebulan, harga emas juga melesat 4,4% sementara dalam setahun melonjak 2,8%.

Penguatan emas tidak bisa dilepaskan dari pelemahan dolar AS setelah inflasi AS melandai.Inflasi AS pada Juli 2022 berada di 8,5% secara tahunan (year on year/yoy), melandai dibandingkan pada Juni yang tercatat 9,1%.

Dengan melandainya inflasi pada Juli, inflasi Negeri Paman Sam diperkirakan sudah mencapai puncaknya.Kondisi ini menjadi angin segar karena bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) diharapkan bisa menurunkan kebijakan agresifnya.

Melansir data Refinitiv, dolar index ditutup menguat 0,51% ke level 105,63. Namun, mata uanggreenbackambruk 0,9% dalam sepekan. Dollar AS juga lebuh banyak berkutat dalam zona merah pada pekan ini.

Melemahnya dolar AS akan berdampak positif ke emas karena emas menjadi lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lainnya sehingga minat untuk membeli meningkat.

"Emas telah bertahan di dekat level kunci $ 1.800 karena pasar telah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga, yang juga telah melemahkan dolar meskipun sebagian besar komentar Federal Reserve terus mengisyaratkan kenaikan suku bunga lebih lanjut", kata David Meger, direktur perdagangan logam High Ridge Futures.

"Sebagian besar kenaikan suku bunga sudah diperhitungkan ke pasar emas dan apa yang kami perdagangkan adalah perbedaan ekspektasi untuk bergerak maju."

Emas dunia juga mendapat dukungan dari inflasi Amerika Serikat (AS) yang melandai karena meningkatkan harapan untuk bank sentral AS, The Federal Reserves/The Fed, meredam sikap agresif dalam menaikkan suku bunga.

Tetapi rasa optimisme itu memudar setelah pembuat kebijakan The Fed mengatakan bahwa mereka akan terus memperketat kebijakan moneter sampai tekanan harga benar-benar berhasil meredam inflasi ke jalur target.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Masih Ada Sisa THR? Beli Emas Pegadaian Bisa Jadi Pilihan


(ras)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading