Marak Investasi Emas Digital, BAPPEBTI Hadirkan PPEDI

Investment - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
23 February 2022 18:54
Co-Founder Pluang Claudia Kolonas. Foto: Dok: Pluang

Jakarta, CNBC IndonesiaPara pedagang fisik emas digital yang sudah memperoleh persetujuan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) mendirikan asosiasi Perkumpulan Pedagang Emas Digital Indonesia (PPEDI) atau Indonesia Digital Gold Traders Society (IDGTS). 

IDGTS beranggotakan perwakilan dari PT Laku Emas Indonesia (Lakuemas), PT Pluang Emas Sejahtera (yang merupakan mitra dari grup Pluang), PT Indonesia Logam Pratama (Treasury), dan PT Sehati Indonesia Sejahtera (Sakumas). 

Sebelumnya, sesuai amanat Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 119 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Perdagangan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka serta Peraturan BAPPEBTI Nomor 4 Tahun 2019 sebagaimana diubah dengan Peraturan BAPPEBTI No. 13 Tahun 2019 Tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka, BAPPEBTI telah memberikan persetujuan kepada pedagang fisik emas digital yang telah memenuhi persyaratan,seperti aturan mengenai permodalan, penyimpanan emas, pencatatan, dan lainnya

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar BAPPEBTI Tirta Karma Senjaya menyambut baik PPEDI atau IDGTS yang mewadahi para pedagang fisik emas digital. Ia berharap, dengan adanya asosiasi ini dapat memudahkan BAPPEBTI berkomunikasi dengan stakeholder perdagangan emas digital dalam rangka evaluasi peraturan dan kebijakan lainnya, serta memudahkan dalam pengawasan ke depannya. 

"Selain itu, juga dapat membantu memberikan literasi kepada masyarakat dalam membedakan antara pedagang emas digital yang sudah memperoleh persetujuan Pemerintah dalam hal ini Bappebti dengan yang belum,ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (23/2/2022). 

Seperti diketahui emas digital merupakan emas yang catatan kepemilikannya dilakukan secara digital atau elektronis. Emas digital telah menjadi salah satu instrumen investasi yang digemari oleh masyarakat dari semua kalangan karena dianggap performanya lebih stabil dibandingkan dengan kelas aset lainnya

Pedagang Fisik Emas Digital yang sudah mendapatkan persetujuan yaitu Lakuemas dan Treasury menyelenggarakan perdagangan emas fisiknya di PT Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) dan mencatatkan transaksi kliring dan penyelesaian transaksi di PT Indonesia Clearing House (ICH). Sedangkan PT Pluang Emas Sejahtera dan Sakumas menyelenggarakan perdagangan emas fisiknya di PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan mencatatkan transaksi kliring dan penyelesaian transaksi di PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) (KBI). 

Ketua IDGTS yang juga CEO Lakuemas Junior Sambyanto mengungkapkan, pemberian izin kepada Pedagang Fisik Emas Digital sudah lama ditunggu bukan hanya oleh pedagang, melainkan oleh masyarakat yang ingin adanya kepastian keamanan investasi emas fisik. 

"Lakuemas bangga menjadi salah satu pedagang yang mendapat persetujuan dan berkomitmen untuk memajukan industri ini melalui IDGTS bersama dengan pedagang yang lain," kata dia. 

Dia menjelaskan, popularitas emas digital di masyarakat juga sejalan dengan banyaknya platform aplikasi investasi maupun e-commerce yang menyediakan pilihan investasi emas digitalKeberadaan payung hukum serta berdirinya IDGTS dapat memberikan perlindungan dan jaminan keamanan kepada setiap investor emas digital sekaligus sebagai bentuk kontrol dan landasan yang jelas bagi para penyedia jasa investasi. 

Sementara itu, Co-Founder Pluang Claudia Kolonas menambahkan, bahwa produk emas digital adalah kelas aset penting yang harus dimiliki oleh para investor.Emas sebagai sarana lindung nilai menjadi salah satu alasan masyarakat untuk berinvestasi di emas terutama di masa pandemi saat ini. 

Menurutnya, kenaikan harga emas sebesar 25,2% terhitung sejak 31 Januari 2019 seharga Rp 697,000 per gram hingga 20 Januari 2022 seharga Rp 873,000 per gram menjadi pemikat tersendiri bagi para investor. 

"Kami sangat bangga dengan perusahaan mitra kami PT Pluang Emas Sejahtera yang telah mendapatkan izin sebagai pedagang fisik emas digital dari regulator terkait. Tentunya hal ini dapat meningkatkan kepercayaan pengguna kami di mana emas memang selalu menjadi pilihan pertama bagi mayoritas masyarakat Indonesia karena kecenderungan harganya yang lebih stabil dibandingkan instrumen investasi lainnya," ungkapnya.

Lebih lanjut, Direktur Treasury Yudi menambahkan, bahwa sebagai pedagang fisik emas digital yang pertama mendapatkan izin resmi dari BAPPEBTI, pihaknya akan meningkatkan pelayanan dan memberikan produk untuk mendukung masyarakat meraih tujuan finansial di masa depan dengan mudah, transparandan terjamin. 

"Karena kami percaya setiap orang memiliki hak yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik," kata dia. 

Adapun CEO dan Founder dari Sakumas Denny Ardhiyanto Go berharap seiring dengan meningkatnya adopsi masyarakat terhadap emas digital, produk ini bisa menjadi bagian dari lifestyle dan gaya hidup masyarakat luas. 

"Sakumas, bersama dengan seluruh stakeholder dalam industri ini bertekad untuk mewujudkan visi tersebut dengan memberikan layanan Emas Digital yang mudah, transparan, dan terbuka. Lahirnya Asosiasi Bisnis ini juga kami harapkan bisa memberikan standar mutu dan benchmark yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap emas digital," tukasnya.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bappebti Ogah Fasilitasi Dispute Investasi Bodong


(bul/bul)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading