Bank Jago atau Allo Bank? Ini Plus Minusnya

Investment - Feri Sandria, CNBC Indonesia
07 January 2022 16:40
Edward Lowis, Analis Senior Sucor Sekuritas

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor yang baru mau masuk ke dalam sektor bank mini dibuat bingung dengan kinerja beberapa sahamnya, misalnya PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI). Keduanya mengalami kenaikan harga saham berkali-kali lipat dalam beberapa bulan terakhir.

Senior Analyst Sucor Sekuritas Edward Lowis menyebut bahwa setiap bank memiliki plus minusnya masing-masing. Misalnya Bank Jago yang memiliki ekosistem besar dengan topangan GoTo. Alhasil, itu merupakan potensi untuk memberi produk kepada nasabahnya.

"GoTo dengan potensi pasar di atas 100 juta user Tokopedia, user Gojek di atas 30 juta, jadi pasar GoTo salah satu yang terbesar. Bank Jago bisa leluasa untuk memasarkan produk keuangan, baik pinjaman mikro, merchant Gojek dan Tokped, pengguna paylater GoTo termasuk kartu kredit. Masih banyak lagi produk yang bisa ditawarkan ke user GoTo," katanya dalam Investime CNBC Indonesia, Kamis (6/1/22).


Sementara itu sisi negatifnya, lanjut Edward, perusahaan cenderung konservatif sehingga pertumbuhan tidak terlalu signifikan. Misalnya dalam penambahan nasabah, di mana dari segi pengguna, Bank Jago baru memiliki kurang dari 2 juta pengguna.

Sedangkan Allo Bank, dinilai juga memiliki plus dan minus yang sama. Namun, nilai lebih terbesar saat ini ada pada dukungan korporasi di belakangnya.

"Ekosistem dari Traveloka, Grab, Bukalapak, ada juga eksosistem offline dari Salim Grup. Jadi ekosistem sudah cukup mumpuni, tinggal mereka eksekusi garap pangsa pasar itu," sebutnya.

Peta persaingan konglomerasi besar di bisnis bank digital Tanah Air makin semarak. Sejumlah perusahaan rintisan raksasa di Indonesia bersaing ketat mencaplok bank-bank kecil.

Setelah sebelumnya GoTo memiliki saham di bank digital PT Bank Jago Tbk (ARTO), kemudian induk Shopee, Sea Limited (Sea Grup) menjadi pemegang saham PT Bank Kesejahteraan Ekonomi (Bank BKE), dan kini, Grup Emtek telah menguasai 93% saham PT Bank Fama International melalui anak usahanya, PT Elang Media Visitama (EMV).


[Gambas:Video CNBC]

(fsd/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading