Pasar Logam Mulia "Diterjang Badai", Cek Harga Emas Antam!

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
25 November 2021 08:36
Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo) Foto: Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia masih belum mampu bangkit dari keterpurukan pada perdagangan Rabu kemarin, yang berdampak pada harga emas Antam hari ini. Meski tidak turun harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. ini juga tidak mampu turun.

Melansir data dari situs resmi miliki PT Antam, logammulia.com, harga emas batangan hari ini stagnan. Emas dengan berat 1 gram tetap dijual Rp 929.000/batang.

PT Antam menjual emas mulai ukuran 0,5 gram hingga 1.000 gram. Harga jual tersebut belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.


Berikut daftar lengkap harga emas batangan di Butik LM Graha Dipta Pulo Gadung, berdasarkan situs logammulia.com

Berat Harga Dasar Harga NPWP (+Pajak 0.45%) Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)
0.5 gr 514,500 516,500 518,500
1 gr 929,000 933,000 937,000
2 gr 1,798,000 1,806,000 1,814,000
3 gr 2,672,000 2,684,000 2,696,000
5 gr 4,420,000 4,439,000 4,459,000
10 gr 8,785,000 8,824,000 8,864,000
25 gr 21,837,000 21,935,000 22,033,000
50 gr 43,595,000 43,791,000 43,987,000
100 gr 87,112,000 87,504,000 87,896,000
250 gr 217,515,000 218,493,000 219,472,000
500 gr 434,820,000 436,776,000 438,733,000
1000 gr 869,600,000 873,513,000 877,426,000

Harga emas dunia pada perdagangan Rabu kemarin melemah tipis 0,08% ke 1.788,5/troy ons. Meksi demikian, emas sudah mencatat pelemahan dalam 5 hari beruntun, dengan total sekitar 4,2%, sebab dalam 2 hari sebelumnya emas anjlok tajam.

Pasar logam mulia kini sedang "diterjang badai" yang membuatnya sulit menguat bahkan berisiko merosot. Serangkaian data ekonomi yang dirilis Amerika Serikat (AS) kemarin memperkuat spekulasi kenaikan suku bunga lebih cepat yang menjadi "badai" bagi emas.

Rilis data ekonomi AS yang bagus Rabu kemarin, dimana belanja konsumen meningkat, klaim tunjangan pengangguran turun dan inflasi berdasarkan personal consumption expenditure (PCE) yang melesat tinggi membuat spekulasi kenaikan suku bunga lebih awal semakin kencang.

Kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga lebih cepat juga terlihat dari rilis notula rapat kebijakan moneter bulan ini. Dalam notula tersebut menunjukkan para anggota dewan siap menaikkan suku bunga lebih awal jika inflasi terus meningkat.

"Banyak anggota melihat komite pembuat kebijakan moneter harus menyiapkan penyesuaian laju pembelian aset dan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang perkirakan saat ini jika inflasi terus lebih tinggi di atas target bank sentral," tulis notula tersebut, sebagaimana dilansir CNBC International, Rabu (24/11).

Suku bunga merupakan salah satu "musuh" utama emas, ketika suku bunga di AS naik maka daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil akan menurun. Selain itu, opportunity cost berinvestasi emas juga akan mengalami peningkatan.

Sementara itu tingginya inflasi di AS, yakni di level tertinggi dalam 30 tahun terakhir sebenarnya bisa menopang penguatan emas. Sebab, secara tradisional emas dianggap aset lindung nilai terhadap inflasi.

Tetapi, jika The Fed pada akhirnya menaikkan suku bunga lebih cepat, maka inflasi bisa terkendali, dan tentunya tidak lagi mendukung kenaikan emas.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading