InvesTime

IHSG Bullish, Fund Manager: Saham Blue Chip Lagi Murah!

Investment - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
22 October 2021 11:05
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus merangkak naik mendekati level tertinggi 6.700, kendati saat ini masih berkutat di 6.600.

Indeks acuan para pelaku pasar modal Tanah Air di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini ditutup minus 0,35% di 6.632 pada perdagangan Kamis kemarin (21/10/2021). Sebulan terakhir IHSG sudah cuan 9% dan sejak awal tahun naik 11%.

Pada perdagangan Jumat ini (22/10), IHSG di level 6.636, atau naik 0,04% dengan nilai transaksi Rp 8 triliun di awal sesi I.


Michele Gabriela, Head of Research PT Sucor Asset Management, mengatakan kenaikan IHSG sebetulnya dipicu oleh turunnya level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di berbagai daerah sehingga memicu optimisme atas pemulihan ekonomi kala pandemi.

Turunnya kasus infeksi Covid-19 seiring dengan kenaikan angka program vaksinasi yang mencapai 50% juga menjadi salah satu alasan lain naiknya IHSG.

Kenaikan IHSG yang cukup tinggi juga membuat penurunan saham blue chip atau saham unggulan, sehingga harga jadi lebih murah (undervalued). Murah di sini dalam artian valuasi dibanding harga wajarnya yang bisa diperhitungkan dengan sejumlah rasio keuangan, termasuk price to earnings ratio (PER) maupun price to book value (PBV).

PER dihitung dengan membandingkan kondisi perusahaan dengan harga per lembar saham sementara PBV membandingkan nilai perusahaan di pasar dibandingkan dengan buku.

"Kita lihat banyak blue chip yang sudah cukup murah dibandingkan beberapa saham yang sudah rally di awal tahun, ini karena IHSGnya naik cukup tinggi," kata Michele dalam dalam program Investime CNBC Indonesia, Kamis (21/10/2021).

Lebih lanjut Michele mengatakan jika dilihat secara fundamental, saham blue chip dengan harga saat ini masih tergolong murah.

"Kalau dilihat secara long term, masih potensial upsidenya," katanya. "Short term memang masih akan terlihat koreksinya. Ya kita masih optimis saham-saham masih rally."


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading