Milenial Bisa Punya Rumah? Bisa Banget!

Investment - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
10 October 2021 16:40
Suasana proyek pembangunan perumahan di Depok, Jawa Barat, Rabu (17/2/2021). Harga hunian rumah masih menunjukkan kenaikan pada kuartal IV-2020 namun laju kenaikan melambat. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak yang bilang generasi muda Indonesia saat ini sulit untuk memiliki rumah. Penilaian itu tak lepas dari fakta harga rumah yang makin tinggi setiap tahunnya.

Sayangnya, kenaikan harga rumah ini tidak sebanding dengan kenaikan pemasukan yang diperoleh oleh kaum milenial. Selain itu, suku bunga kredit yang tinggi juga menjadi alasan banyak penghasilan anak muda tidak mencukupi untuk membeli rumah meski dengan cara KPR.

Namun, saat ini tak perlu khawatir lagi, sebab milenial bisa memiliki rumah dengan harga, cicilan dan bunga yang rendah. Bahkan bunganya diberikan fix (tetap) sampai masa kredit selesai.

Cara itu tak lain adalah melalui program rumah subsidi yang disediakan oleh pemerintah. Di mana harga rumah yang dijual kisaran Rp 150 juta hingga Rp 160 juta dengan tipe bangunan 36 meter persegi.

"Sebetulnya tidak sulit bagi milenial untuk memiliki rumah. Pemerintah membantu dengan menyediakan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah," ujar Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid kepada CNBC Indonesia, beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, untuk bisa mendapatkan rumah bersubsidi ini, masyarakat bisa masuk ke website Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BPPP) dan mendaftar.

"Di situ ada harga, tipe, dan provinsi yang diinginkan. Tinggal pilih lokasi mana yang disukai dan sesuai dengan penghasilannya," jelasnya.



Untuk program rumah bersubsidi ini, pemerintah bekerja sama dengan Bank BTN untuk proses penjualannya kepada masyarakat. Namun, ini khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah sesuai dengan syarat yang diberikan.

"BTN mempunyai dua produk pembiayaan pembelian rumah atau KPR. KPR subsidi dan non subsidi. KPR subsidi ini program pemerintah dengan bunga yang sangat ringan 5% selama jangka waktu kredit serta bantuan uang muka Rp 4 juta," kata Direktur Consumer and Commercial Lending PT Bank Tabungan Negara (Persero) (BTN/BBTN) Hirwandi Gafar.

Tak hanya itu, jangka waktu cicilan rumah subsidi diberikan BTN hingga maksimal 20 tahun. Sehingga masyarakat yang memenuhi syarat bisa langsung menghubungi BTN jika sudah menemukan lokasi rumah yang diinginkan melalui website BPPP Kementerian PUPR atau yang dipilih sendiri.

Berikut syarat untuk bisa memiliki rumah subsidi pemerintah:

1. Batasan penghasilan Rp 6 juta per bulan untuk yang single dan maksimal Rp 8 juta per bulan untuk yang sudah menikah

2. Belum pernah menerima dan membeli rumah subsidi dari pemerintah

3. Harga jual rumah kisaran Rp 150 juta hingga Rp 160 juta

4. Tipe rumah 36 meter persegi

Sementara itu bagi milenial yang tidak memenuhi persyaratan mendapatkan rumah subsidi, BTN memberikan alternatif lain, yakni KPR nonsubsidi. Untuk program ini, jangka waktu KPR lebih panjang lagi hingga 30 tahun.

Kemudian, BTN juga membebaskan biaya pokok di dua tahun pertama cicilan, alias hanya membayar bunga saja sehingga dua tahun awal cicilan ringan. Juga diberikan kemudahan untuk uang muka.

"Ada banyak pilihan. Jadi tidak alasan lagi milenial tidak mampu membeli rumah, tinggal adalah kemauan untuk membeli rumah," kata Hirwandi.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading