Termurah 6 Bulan, Harga Emas Antam Mau ke Bawah Rp 900.000?

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
29 September 2021 08:58
Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tekanan bagi harga emas masih terus berlanjut di pekan ini. Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, merosot ke level termurah dalam 6 bulan terakhir.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, harga emas turun Rp 5.000/gram. Emas dengan berat 1 gram dijual Rp 913.000/batang, secara persentase turun 0,54%. Level tersebut merupakan yang termurah sejak 1 April lalu.

Jika tekanan terus berlanjut, bukan tidak mungkin emas 1 gram ini akan turun ke bawah Rp 900.000/batang. Kali terakhir itu terjadi pada 17 Juni 2020.


PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram, semuanya mengalami penurunan. Tetapi harga jualnya belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.

Harga emas dunia kemarin merosot hingga 0,92% ke US$ 1,733,68/troy ons yang membuat emas Antam hari ini turun. Tekanan bagi emas datang dari kenaikan yield obligasi AS (Treasury).

Yield Treasury AS tenor 10 tahun kemarin kembali menanjak 5,55 basis poin ke 1.5461%. Dalam 4 hari terakhir total 18,57 basis dan saat ini berada di level tertinggi sejak 17 Juni lalu.

Treasury sama dengan emas dianggap sebagai aset aman (safe haven). Bedanya, Treasury memberikan imbal hasil (yield) sementara emas tidak. Ketika yield Treasury menanjak, emas menjadi tidak menarik.

Selain itu, kenaikan yield Treasury tenor 10 tahun tersebut menjadi indikasi pasar melihat bank sentral AS (The Fed) akan menaikkan suku bunga. Mimpi buruk bagi emas.

"Dot plot terbaru memberi sinyal bahwa Federal Funds Rate akan naik lebih cepat dari perkiraan semula yaitu 2023. Ini membuat yield ikut terdorong ke atas dan berdampak negatif terhadap emas," kata Bart Melek, Head of Commodity Strategist di TD Securities, seperti dikutip dari Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading