Harga Emas Antam Mager, Bakal Kalah Berharga dari Perak

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
28 September 2021 09:05
Dok Antam

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk stagnan dalam 2 hari terakhir. Harga emas dunia yang belum kemana-mana, membuat Antam mager. Sementara itu, laporan salah satu bank investasi ternama menyebutkan jika perak menjadi lindung nilai terhadap inflasi yang lebih baik ketimbang emas.

Emas batangan dengan berat 1 gram dijual Rp Rp 918.000/gram, tidak berubah sejak Sabtu pekan lalu, berdasarkan data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com.

Melansir data dari situs resmi PT Antam, logammulia.com. harga emas stagnan di Rp 918.000/gram.


PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram, semuanya mengalami penurunan. Tetapi harga jualnya belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.

Harga emas dunia pada perdagangan awal pekan kemarin stagnan di US$ 1.749,85/troy ons. Analis mengatakan emas sedang berada di persimpangan, antara statusnya sebagai safe haven sementara ada dolar AS yang sedang kuat dan memberikan tekanan bagi logam mulia.

"Kita masih melihat beberapa perhatian saat ini, status safe haven emas membuatnya masih cukup kuat, apalagi ketika harga turun akan ada aksi beli. Tetapi kita melihat dolar AS terus menguat dan memberikan tekanan terhadap komoditas, terutama emas," kata David Meger, direktur trading logam mulia di High Ridge Futures, sebagaimana dikutip CNBC International.

Perhatian kini tertuju pada testimoni ketua bank sentral AS (The Fed) Jerome Powell di hadapan Kongres malam ini. Powell akan menyatakan jika inflasi yang tinggi di AS akan terjadi lebih lama ketimbang yang diperkirakan.

Emas secara tradisional merupakan aset lindung nilai terhadap inflasi. Ketika inflasi tinggi, maka permintaannya akan meningkat, dan harganya berpotensi naik. Tetapi, bank investasi Morgan Stanley mengatakan perak kemungkinan menjadi lindung nilai yang lebih baik ketimbang emas.

"Sejarah menunjukkan emas dan perak akan menguat ketika inflasi di AS naik. Keduanya berdenominasi dolar AS, jadi ketika mata uang Paman Sam melemah maka emas dan perak menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya. Melihat besarnya permintaan industri, perak cenderung akan menguat lebih tajam ketimbang emas saat terjadi kenaikan inflasi dan penurunan dolar AS," kata Morgan Stanley dalam laporan komoditas terbaru yang kutip Kitco.

Meski diperkirakan lebih baik ketimbang emas, tetapi jika dilihat sepanjang tahun ini kinerja perak lebih mengecewakan. Harga emas dunia sepanjang tahun ini turun 7,75%, sementara perak justru jeblok nyaris 15%.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading