Ada PPKM, Penjualan Emas Antam Melempem

Investment - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
09 September 2021 20:00
Ilustrasi Emas Antam. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menyebut penjualan emasnya lesu akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk mengendalikan penularan kasus Covid-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam, Anton Herdianto.

Dalam Public Expose Live 2021, Kamis (9/9/2021), dia mengatakan bahwa penjualan emas selama masa PPKM lebih sulit daripada hari normal. Hal ini dikarenakan beberapa outlet emas Antam terpaksa harus ditutup.


"Emas ini tantangannya PPKM. Begitu PPKM, beberapa outlet tutup, nggak bisa datang pelanggan kita," ungkapnya.

Akibatnya, lanjutnya, penjualan emas perusahaan turun drastis. Pihaknya pun berharap agar pandemi ini bisa dikendalikan, sehingga mobilitas masyarakat bisa kembali normal.

"Dari sisi penjualan turun drastis. Kita harap Covid bisa dikendalikan," harapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, penjualan emas Antam pada semester I mencapai 13.341 kg atau 13,3 ton. Sampai akhir tahun, penjualan emas Antam ditargetkan bisa mencapai 18 ton.

"Target tahun ini 18 (ton). Melihat ini, kita harap bisa tercapai," ujarnya.

Harga emas dunia bergerak naik pada perdagangan pagi ini. Pada Kamis (9/9/2021) pukul 05:33 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.789,67/troy ons, naik 0,04% dibandingkan posisi hari sebelumnya.

Harga sang logam mulia turun dalam dua hari perdagangan terakhir. Kemarin, harga terkoreksi 0,29% dan hari sebelumnya sempat ambles 1,59%.

Namun, investor tidak perlu cemas. Sebab, peluang kenaikan harga masih terbuka. Sentimen apa yang bisa mengangkat harga emas?

Penentu pergerakan harga sang logam mulia adalah nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Kedua aset ini punya hubungan yang berbanding terbalik.

Saat ini dolar AS sedang di atas angin. Pada pukul 05:43 WIB, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) menguat 0,15%.

Emas adalah komoditas yang dibanderol dengan dolar AS. Saat dolar AS mengalami apresiasi, emas jadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain.

Permintaan emas turun, harga pun mengikuti. Oleh karena itu, sejatinya peluang kenaikan harga emas menjadi terbatas sepanjang dolar AS masih perkasa.


[Gambas:Video CNBC]

(wia)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading