InvesTime

Saham New Economy Mulai Diburu, Sektor Apa yang Menarik?

Investment - Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
08 September 2021 10:30
Cover Headline, E-Commerce

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham emiten kategori new economy seperti teknologi, e-commerce, bank digital dan perusahaan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) mulai dilirik dan salah satu sektor yang paling banyak dipilih adalah e-commerce.

"E-commerce mendapatkan porsi lebih besar, mau enggak mau ke depan masuk e-commerce. apalagi e-commerce dipercepat dengan adanya Covid-19 dan adanya perubahan teknologi," kata Edwin Sebayang, Direktur MNC Asset Management dalam program Investime CNBC Indonesia, Selasa (7/9/2021).

"Di masa depan e-commerce menjadi salah satu sektor yang sangat besar pengaruhnya. Salah satunya karena ada perubahan perilaku konsumen di sana," ungkap Edwin.


Sementara itu dia juga menyoroti saham-saham emiten bank digital. Saat ini industri perbankan dinilai tidak bisa lagi mengandalkan pertumbuhan bank secara konvensional.

Dengan adanya perubahan perilaku dan diiringi pandemi Covid-19 yang melanda, mendorong perkembangan perbankan untuk masuk ke sektor digital. Edwin mengatakan perubahan itu meruntuhkan batasan yang ada.

"Dengan adanya perubahan digital jadi boundaries batasan-batasan jadi cair,mempercepat perkembangan perbankan digital," kata dia.

Namun seluruh sektor digital itu, dia menekankan, harus memiliki ekosistem. Hal tersebut yang dapat menentukan apakah saham teknologi dapat bertumbuh ke depan atau tidak.

"Nah itu yang menentukan saham teknologi bisa bertumbuh ke depan bagaimanapun akan di bench mark oleh kinerja fundamental, topline dan bottom line nya," ujar Edwin.

Mantan Head of Research MNC Sekuritas ini juga membicarakan soal saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA). Saham e-commerce milik Grup Emtek ini cukup jadi perbincangan bahkan sebelum perusahaan mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO).

Menurutnya, BUKA membuat friksi antara investor konvensional dan modern. Investor konvensional akan mengatakan saham terlalu mahal karena tidak sesuai dengan fundamental, sementara kaum modern memiliki ukuran valuasi yang berbeda.

Sementara di sisi lain, melihat data keuangan BUKA memang mulai ada perbaikan, dia mengatakan ke depannya juga akan bisa menjadi pilihan. Apalagi dia juga membandingkan saham-saham perusahaan teknologi yang ada di Amerika Serikat (AS).

"Percaya mengacu saham di Amerika, Amazon mereka sangat menguasai di Wall Street. Tadinya dipandang sebelah mata. Suka enggak suka akan menuju ke sana," jelasnya.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading