Good News! Harga Emas Antam Bisa Meroket Lagi, Asal....

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
06 September 2021 10:34
Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pelaku pasar kembali melirik emas di pekan ini pascarilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) Jumat pekan lalu.

Harga emas dunia pun diprediksi bisa melesat lagi di pekan ini, bahkan lebih tinggi lagi ke depannya. Hal tersebut tentunya akan mengerek harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk., mengingat emas dunia merupakan faktor utama penentu harganya.

Meski demikian, pada perdagangan Senin (6/9/2021), harga emas Antam turun tipis, Rp 1.000/gram, berdasarkan data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com. Emas dengan berat 1 gram dijual Rp 942.000/batang, secara persentase turun 0,11%.


PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram, semuanya mengalami penurunan. Tetapi harga jualnya belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.

BeratHarga DasarHarga NPWP (+Pajak 0.45%)Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)
0.5 gr521,000523,000525,000
1 gr942,000946,000950,000
2 gr1,824,0001,832,0001,840,000
3 gr2,711,0002,723,0002,735,000
5 gr4,485,0004,505,0004,525,000
10 gr8,915,0008,955,0008,995,000
25 gr22,162,00022,261,00022,361,000
50 gr44,245,00044,444,00044,643,000
100 gr88,412,00088,809,00089,207,000
250 gr220,765,000221,758,000222,751,000
500 gr441,320,000443,305,000445,291,000
1000 gr882,600,000886,571,000890,543,000

Pada Jumat pekan lalu, harga emas dunia berhasil melesat nyaris 1% ke US$ 1.826/troy ons pasca rilis data tenaga kerja AS yang mengecewakan. Data tersebut merupakan acuan bank sentral AS (The Fed) dalam menetapkan kapan tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) akan dilakukan.

Commonwealth Bank of Australia (CBA) menjadi salah satu yang memundurkan proyeksi tapering menjadi pertama The Fed menjadi bulan Desember, dari sebelumnya bulan Oktober. CBA juga memprediksi dolar AS akan mengalami tekanan.

"Situasi Covid-19 yang memburuk akan membebani dolar AS, karena ditempat lain situasinya lebih baik," tulis analis CBA dalam sebuah catatan kepada nasabahnya, yang dikutip Reuters.

Tapering yang tidak akan dilakukan dalam waktu dekat, serta dolar AS yang diprediksi melemah tentunya membuat harga emas dunia berpeluang melesat, yang pada akhirnya mengerek emas Antam.

Survei yang dilakukan Kitco juga mengunjukkan potensi emas dunia melesat pekan ini. Survei yang dilakukan terhadap 15 analis di Wall Street menunjukkan sebanyak 10 orang atau 67% memberikan proyeksi bullish (tren penguatan) di pekan ini, 2 analis bearish (tren turun) dan sisanya netral.

Sementara survei yang dilakukan terhadap pelaku pasar atau yang disebut Main Street, dari 637 partisipan sebanyak 65% memberikan proyeksi bullish, 19% bearish dan sisanya netral.

Banyak analis kini menyatakan harga emas berada pada jalur penguatan menuju US$ 1.900/troy ons, apalagi jika The Fed menunda tapering.

Analis dari CIBC mengatakan, jika di pekan ini emas mampu menembus US$ 1.830/troy ons, maka peluang ke US$ 1.900/troy ons akan terbuka lebar.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading