Harga Emas Antam sudah 4 Hari Ambles, Ada Apa Ini?

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
02 September 2021 10:08
Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia boleh jadi sudah stabil di atas US$ 1.800/troy ons, dan menunjukkan kenaikan tipis-tipis dalam 2 hari terakhir. Tetapi harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. justru terus menurun.

Pada perdagangan Kamis (2/9/2021), harga emas Antam turun Rp 2.000/gram, berdasarkan data dari situs resmi PT Antam, logammulia.com. Dengan penurunan tersebut, emas Antam sudah 4 hari tercatat menurun dan berada di level terendah dalam 2 pekan terakhir.

Emas batangan ukuran 1 gram dijual Rp 939.000/batang, secara persentase turun 0,21%.


PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram, semuanya mengalami penurunan. Tetapi harga jualnya belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.

BeratHarga DasarHarga NPWP (+Pajak 0.45%)Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)
0.5 gr519,500521,500523,500
1 gr939,000943,000947,000
2 gr1,818,0001,826,0001,834,000
3 gr2,702,0002,714,0002,726,000
5 gr4,470,0004,490,0004,510,000
10 gr8,885,0008,924,0008,964,000
25 gr22,087,00022,186,00022,285,000
50 gr44,095,00044,293,00044,491,000
100 gr88,112,00088,508,00088,905,000
250 gr220,015,000221,005,000221,995,000
500 gr439,820,000441,799,000443,778,000
1000 gr879,600,000883,558,000887,516,000

Penguatan tajam rupiah menjadi pemicu penurunan harga emas Antam. Sebelum melemah 0,11% kemarin, rupiah membukukan penguatan lebih dari 1% dalam 2 hari perdagangan melawan dolar Amerika Serikat (AS).

Akibat penguatan tersebut, harga emas dunia yang dibanderol dengan dolar AS menjadi lebih murah di dalam negeri. Apalagi, Rabu kemarin harga emas dunia hanya menguat 0,01%, bisa dikatakan stagnan.

Melihat tipisnnya penguatan tersebut, emas dikatakan kehabisan tenaga untuk menguat.

"Melihat dolar AS yang kembali terpuruk, emas seharusnya bisa menguat. Tetapi pergerakan emas terlihat kehabisan tenaga," kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar, di RJO Futures, sebagaimana dilansir CNBC International, Rabu (2/9/2021).

Sementara itu Edward Moya, analis di OANDA mengatakan emas masih akan berkonsolidasi hingga rilis data tenaga kerja AS Jumat besok. Data tenaga kerja AS dijadikan acuan bank sentral AS (The Fed) dalam menetapkan tapering, sehingga pelaku pasar menanti rilis tersebut, sebelum meninjau kembali potensi kenaikan emas.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading