Setelah Melesat 1,2%, Harga Emas Antam Hari Ini Kalem Dulu

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
13 August 2021 08:53
Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas dunia bergerak volatil Kamis kemarin, tetapi di akhirnya perdagangan nyaris sama persis dengan hari sebelumnya. Alhasil, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. stagnan pada perdagangan Jumat (13/8/2021).

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, semua emas batangan stagnan, satuan 1 gram dibanderol Rp 932.000/batang. Dalam 2 hari terakhir, emas ini sudah melesat 1,2%. 

PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram. Tetapi harga jualnya belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.


BeratHarga DasarHarga NPWP (+Pajak 0.45%)Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)
0.5 gr516,000518,000520,000
1 gr932,000936,000940,000
2 gr1,804,0001,812,0001,820,000
3 gr2,681,0002,693,0002,705,000
5 gr4,435,0004,454,0004,474,000
10 gr8,815,0008,854,0008,894,000
25 gr21,912,00022,010,00022,109,000
50 gr43,745,00043,941,00044,138,000
100 gr87,412,00087,805,00088,198,000
250 gr218,265,000219,247,000220,229,000
500 gr436,320,000438,283,000440,246,000
1000 gr872,600,000876,526,000880,453,000

Harga emas dunia pada perdagangan Kamis kemarin berakhir stagnan di kisaran US$ 1.752,43/troy ons, setelah sempat melemah 0,63% dan naik 0,36%. Pergerakan tersebut menunjukkan emas masih belum tentu arah, sebab pelaku pasar menanti kepastian kapan tapering akan dilakukan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Federal Rerserve (The Fed).

Tetapi kabar baiknya, jika emas bergerak sideways dalam waktu yang lama, maka jebloknya harga di awal pekan ini hingga ke US$ 1.684,37/troy ons dikatakan sudah dekat dengan bottom, atau dasar penurunan emas.

Ketika harga sudah berada di bottom, maka peluang berbalik menguat menjadi lebih besar.

"Jika harga emas terus bergerak sideways dalam jangka pendek, hal tersebut menjadi indikasi jebloknya harga belakangan ini sudah dekat dengan bottom," kata Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, sebagaimana dilansir CNBC International, Kamis (13/8/2021).

Hal senada juga diungkapkan Bloomberg Intelligence, jebloknya harga di awal pekan ini dikatakan sebagai suatu kemerosotan dari tren bullish (kenaikan dalam jangka panjang).

"Peningkatan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat dan ketergantungan terhadap quantitative easing (QE) membuat kami tetap mempertahankan proyeksi kenaikan harga emas, terutama setelah penurunan tajam dari level puncak di 2020," kata Mike McGlone, analis komoditas di Bloomberg Intelligence.

Kapan tapering atau pengurangan nilai QE akan dilakukan oleh bank sentral AS (The Fed) menjadi pemicu pergerakan volatil emas.

Hasil polling terbaru yang dilakukan Reuters menunjukkan sebanyak 28 dari 43 analis memprediksi The Fed akan mengumumkan tapering pada bulan September.

Tapering merupakan musuh utama emas saat ini. Pernah terjadi pada tahun 2013 lalu, emas memasuki tren bearish (penurunan dalam jangka panjang) hingga tahun 2015.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading