InvesTime

Mau Ikut Jurus Taipan Beli Saham? Perhatikan Ini Dulu

Investment - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
09 August 2021 10:25
anthoni salim (Tangkapan Layar Youtube)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para taipan atau konglomerat Indonesia memang memiliki cara tersendiri dalam mengelola hartanya. Selain menempatkan dana di bank dan berinvestasi di berbagai investasi lainnya, mereka memupuk pundi-pundi kekayaannya dalam bentuk saham.

Tak heran, banyak para investor mulai memperhatikan jurus investasi dari sejumlah taipan-taipan Indonesia dan kecenderungannya terhadap emiten tertentu di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Argha J. Karo Karo, Founder Creative Trading System mengatakan bahwa para konglomerat Indonesia memiliki prinsip dalam berinvestasi. Saham yang dimiliki para taipan umumnya dari saham perusahaan publik atau perusahaan yang dikelolanya sendiri.


"Konglomerat bukan asal-asalan narik garis sendiri. Dia mengurus saham miliknya. Buat langkah strategis, misal merger sama ini, bilang prospek. Ini biar investor retail bisa naik, banyak yang mau beli. Konglomerat bukan iseng-iseng. Mereka urus perusahaan sendiri, pemegang saham mayoritas, yang untungkan dia," kata Argha dalam program Investime CNBC Indonesia, Jumat (6/8/2021).

Dia menuturkan bahwa para taipan tidak seperti investor lainnya yang bebas memilih saham apa saja. Bagi para taipan mereka akan fokus dengan investasi di sektor yang sedang moncer seperti digital.

Prospek usaha sektor teknologi masih cerah ke depan khususnya di tengah pandemi. Itu lantaran adanya keterbatasan ruang gerak masyarakat terhadap bisnis konvensional yang terpaksa tutup dan kini dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan teknologi.

"Konglomerat terbiasa untuk mencari market yang lagi seru. Di tengah pandemi, banyak yang pakai online shop. Konglomerat anggap itu the future is now. Pandemi bikin semua jadi lebih cepat jadi era digital tumbuh lebih cepat."

"Punya uang tapi enggak punya ide, konglomerat masuk ke start-up lewat investasi. Yang penting strategi trading sesuai model dan modal seseorang harus adaptasi dengan kondisi kita," paparnya.

Sebagai informasi, CNBC Indonesia mencatat sejumlah konglomerat Indonesia belakangan ramai membeli saham beberapa emiten di Bursa Efek Indonesia.

Ada Anhoni Salim, bos Grup Salim yang memiliki duo saham Indofood, kemudian membeli saham emiten data center PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dan emiten migas PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).

Lalu ada Grup Bakrie yang berinvestasi di blok-blok migas lewat PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), kemudian CT Corp milik taipan Chairul Tanjung membeli Bank Harda dan menggantinya dengan PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI).

Kemudian ada Grup Lippo yang mulai fokus di bisnis data center dengan mengakselerasi pertumbuhan dari emitennya, PT Multipolar Technology Tbk (MLPT).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading