Harga Emas Antam Belum Naik Lagi, Pertanda Apa Ini?

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
04 August 2021 09:15
Emas (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas Antam belum menunjukkan kenaikan di pekan ini. Setelah 2 hari stagnan, emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. ini malah turun pada perdagangan Rabu (4/8/2021). Harga emas dunia yang diprediksi akan melesat lagi di pekan ini justru melempem, yang juga menyeret emas Antam.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, harga emas batangan hari ini turun Rp 5.000/gram. Emas dengan berat 1 gram dijual Rp 943.000/batang, secara persentase turun 0,53%.

PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram. Tetapi harga jualnya belum termasuk pajak 0,9% bagi pembelian tanpa menggunakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan 0,45% dengan NPWP.


BeratHarga DasarHarga NPWP (+Pajak 0.45%)Harga Non NPWP (+Pajak 0.90%)
0.5 gr521,500523,500525,500
1 gr943,000947,000951,000
2 gr1,826,0001,834,0001,842,000
3 gr2,714,0002,726,0002,738,000
5 gr4,490,0004,510,0004,530,000
10 gr8,925,0008,965,0009,005,000
25 gr22,187,00022,286,00022,386,000
50 gr44,295,00044,494,00044,693,000
100 gr88,512,00088,910,00089,308,000
250 gr221,015,000222,009,000223,004,000
500 gr441,820,000443,808,000445,796,000
1000 gr883,600,000887,576,000891,552,000

Pada perdagangan Selasa, harga emas dunia melemah 0,2% ke US$ 1.809,93/troy ons setelah stagnan di awal pekan. Padahal, pasca pengumuman kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Federal Reserve (The Fed) pada pekan lalu, emas dunia diprediksi akan melesat lagi di pekan ini. Apalagi didukung juga dengan rilis data pertumbuhan ekonomi serta inflasi AS yang di bawah ekspektasi.

Prediksi kenaikan harga emas terlihat dari survei Mingguan yang dilakukan Kitco.

Survei terhadap 14 analis di Wall Street menunjukkan sebanyak 11 orang atau 79% memberikan proyeksi bullish (tren naik), sisanya netral, tidak ada satu pun yang memberikan proyeksi bearish (tren turun).

Sementara survei yang dilakukan terhadap investor dan pelaku pasar lainnya atau yang dikenal dengan Main Street, dengan 862 partisipan menunjukkan 70% memberikan proyeksi bullish, 18% bearish, dan sisanya netral.

Tetapi nyatanya, dalam 2 hari perdagangan emas masih belum menunjukkan tanda-tanda penguatan. Penyebabnya pelaku pasar menanti rilis data tenaga kerja AS. Sebab, data tersebut merupakan salah satu indikator bagi The Fed, selain inflasi, dalam menetapkan kebijakan moneter.

Data tenaga kerja AS yang akan dirilis Jumat pekan ini. Hasil polling yang dilakukan Reuters menunjukkan tingkat pengangguran AS di bulan Juni turun menjadi 5,7% dari bulan sebelumnya 5,9%. Sementara perekrutan tenaga kerja di luar sektor pertanian (non-farm payrolls/NFP) sebanyak 880.000 orang, lebih tinggi dari bulan Mei 850.000 orang.

Hasil polling tersebut terlihat cukup bagus, tetapi data klaim tunjangan pengangguran AS yang dirilis secara mingguan belakangan ini menunjukkan peningkatan dan lebih banyak dari hasil polling, yang menjadi tanda-tanda melemahnya pasar tenaga kerja AS.

Selain itu, hari ini akan dirilis data NFP versi Automatic Data Processing Inc. (ADP) yang kerap dijadikan acuan data tenaga kerja AS Jumat nanti. Data ini dapat memicu pergerakan emas dunia yang cukup besar, dan berdampak pada emas Antam besok.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bunda Makin Happy! Harga Emas Antam Rekor Tertinggi 5 Bulan


(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading