Kasus Baru Covid-19 Masih di Atas 40.000, PPKM Diperpanjang?

Investment - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
31 July 2021 10:40
Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) meninggalkan Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Pademangan, Jakarta Utara, usai menjalani karantina, Selasa (15/6/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan segera berakhir pada 2 Agustus 2021 atau dua hari lagi. Namun menjelang berakhirnya PPKMĀ level 4 pada 2 Agustus 2021, kasus Covid-19 RI masih bertambah 41.168 kasus kemarin, per Jumat, (30/07/2021).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat kasus sembuh mencapai 44.550, sehingga total sembuh mencapai 2.730.720 kasus. Sementara kasus aktif per kemarin sebanyak 549.343 kasus.

Kasus meninggal masih tinggi mencapai 1.759 kasus. Sehingga total kasus meninggal akibat pandemi Covid-19 mencapai 92.311 kasus.


Kasus Covid-19 di DKI Jakarta yang dulunya selalu menjadi juara kini makin turun bahkan di bawah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Penambahan kasus di DKI Jakarta per kemarin sebanyak 3.454 kasus.

Posisi pertama diduduki Jawa Barat dengan penambahan 6.912 kasus, lalu Jawa Timur dengan penambahan kasus sebanyak 5.210 kasus, dan Jawa Tengah di posisi ketiga dengan penambahan kasus sebanyak 4.502 kasus.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat tidak perlu khawatir, karena memang kapasitas testing sedang ditingkatkan pemerintah.

Menurutnya dengan masifnya testing akan membuat kasus konfirmasi harian akan naik. Hal tersebut dia sampaikan melalui akun Instagramnya @luhut.pandjaitan, dikutip, Kamis (29/7/2021).

"Dengan masifnya pelaksanaan testing dan tracing, seperti itu diperkirakan kasus konfirmasi harian akan tinggi karena kapasitas testing yang meningkat," tegasnya.

Luhut menjelaskan dalam masa PPKM level 4 sejak 26 Juli - 2 Agustus mendatang, pemerintah memang terus menggalakkan 3T (testing, tracing, dan treatment), hingga minimal delapan orang yang memiliki kontak dengan penderita Covid-19.

"Saya mohon kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak perlu khawatir. Karena makin banyak orang di tes dan dilacak, maka potensi penularan virus bisa berkurang," jelasnya.

BansosĀ Dipercepat

Sementara itu Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kepada seluruh jajaran pemerintah pusat maupun daerah agar penyaluran berbagai bantuan sosial bisa segera diberikan.

Hal tersebut dikemukakan Jokowi dalam sebuah video berdurasi sekitar 1:30 menit yang diunggah di Instagram resmi kepala negara @jokowi, seperti dikutip CNBC Indonesia, Jumat (30/7/2021).

"Yang berkaitan dengan bansos saya minta jangan sampai terlambat," tegas Jokowi.

Bantuan tersebut baik itu Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa, Bantuan Sosial Tunai (BST), maupun bantuan beras maupun sembako. Jokowi meminta agar penyalurannya tidak terlambat.

"Jangan ada yang terlambat dan yang paling penting lagi adalah bantuan beras dan bantuan sembako," katanya.

Dalam unggahan tersebut, Jokowi menuliskan bahwa dalam masa pandemi pemerintah terus berupaya menyalurkan bantuan sosial untuk masyarakat, khususnya kelas menengah bawah yang terdampak.

"Semoga bantuan-bantuan ini, ditambah kepedulian dari sesama warga dapat meringankan saudara-saudara kita yang terdampak pandemi," jelasnya.

(*)


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading