InvesTime

Bank BRI Rights Issue Jumbo, Bagaimana Prospeknya?

Investment - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
16 July 2021 14:50
Bangun Ekosistem Keuangan Mikro, Agen BRILink Jadi Andalan Percepat Inklusi Keuangan (BRI)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) bakal melakukan penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.

Seperti apa prospek dari rights issue BBRI?

Indra Then, Analis Investment Banking dari PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) mengatakan jika rights issue dari BBRI memiliki prospek yang positif, hal ini karena dana rights issue ini akan digunakan untuk melakukan akuisisi.


"Saya rasa sih BRI sendiri prospeknya positif karena sebenarnya transaksi ini buat financial micro lending karena kan atas rights issue ini dia mengakuisisi, ini hal positif," paparnya dalam InvesTime CNBC Indonesia, Selasa malam, (13/07//2021).

Namun dia mengatakan, hal yang perlu dipahami mengenai rights issue BBRI adalah kapan rights issue akan dilakukan dan berapa besar dana yang bakal dihimpun.

"Sampai saat ini prospek positif, tinggal harga right issue di berapa," jelasnya.

Dalam rights issue ini, pemerintah sebagai pemegang saham terbesar BBRI tidak akan menyetor duit tunai, melainkan penyetoran saham dalam bentuk selain uang (Inbreng) atau mengalihkan kepemilikan saham di PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) ke BBRI. Dengan demikian BBRI akan menjadi pemegang saham mayoritas pada Pegadaian dan PNM.

Praktis dana rights issue akan diperoleh dari pemegang saham publik.

"Terkait transaksi ini, adalah konsolidasi keuangan BRI, PNM, dan Pegadaian ini hal positif sejalan dengan bisnis BR yang fokus pada banking tapi mikro lending lebih ke UMKM," tuturnya.

Menurutnya yang perlu diperhatikan adalah mengenai kalkulasi harga rights issue, apakah cocok dengan perhitungan investor. "Karena rights issue untuk transaksi jumbo," lanjutnya.

Sebelum membeli saham rights issue dia menyarankan agar mengikuti dari proses dari rights issue. Karena akan banyak informasi mengenai rights issue suatu emiten jika mengikuti prosesnya, dalam artian mengecek periode, prospektus dan isu lainnya.

Menurutnya sampai rights issue mendapatkan persetujuan, perusahaan akan membuat prospek bisnis, berapa banyak saham yang akan diterbitkan, kapan akan diterbitkan, harga rights issue apakah lebih tinggi atau lebih rendah yang terungkap dalam prospektus.

"Saham itu akan naik dan turun ikuti teoritis ini akan jadi acuan trader, bagi investor lihat prospektus dan penggunaan dana," paparnya.

BRI akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis 22 Juli mendatang untuk meminta persetujuan aksi korporasi ini.

Dalam aksi korporasi ini, BRI akan menerbitkan maksimal 28.677.086.000 saham Seri B dengan nilai nominal Rp 50, atau 23,25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Hanya saja, pemerintah hanya akan menyetorkan bagiannya dalam bentuk non tunai, yakni seluruh saham Seri B milik pemerintah di Pegadaian dan PNM akan ditukar dengan saham baru BBRI (inbreng).


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading