InvesTime

Terungkap! Ini yang Bikin IHSG Tenang & Bergairah Awal Juni

Investment - Ferry Sandi, CNBC Indonesia
03 June 2021 10:10
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bulan Mei sudah lewat, artinya periode "Sell in May and Go Away" sudah lewat. Memasuki bulan Juni, ada sejumlah sentimen yang bisa menjadi penggerak pasar tapi tak terjadi, salah satunya kekhawatiran lonjakan kasus Covid-19 yang ternyata tidak begitu signifikan.

"Akhir Mei ada kekhawatiran terjadi lonjakan kasus. Tapi sampai akhir Mei penambahan kasus hanya berjumlah 5.000-an, naik di posisi terendah di Mei sekitar 2.300-an. Tapi jika melihat Januari bisa mencapai 14.000 kasus, jadi itu membuat investor sedikit tenang," kata Analis Teknikal dari PT Indo Premier Sekuritas Mino dalam Investime CNBC Indonesia, dikutip Kamis (3/6/21).


Selain itu, ada juga data positif dari sektor manufaktur, dimana nilai Purchasing Managers' Index (PMI) naik ke level 55,3 dan menjadi rektor tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Bahkan nilai ini melampaui beberapa negara maju semisal Jepang dan Korsel.

"Manufaktur berkontribusi 18%-20% terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) jadi masih ekspansif. Kemudian harga komoditas mengalami kenaikan signifikan, ini ngga hanya berdampak positif ke emiten berdasar di bursa, tapi secara umum berdampak positif ke perekonomian kita. Ini modal dasar investor untuk melangkah di Juni," kata Mino.

Selain sentimen dari dalam negeri, investor juga perlu memerhatikan sentimen yang berasal dari luar negeri. Meski terkadang dampaknya tidak berpengaruh signifikan dibanding sentimen lokal, namun tentu perlu menjadi pertimbangan.

"Ada sedikit kekhawatiran inflasi di US yang membuat The Fed mempercepat kenaikan suku bunga dan kurangi pembelian obligasi. Tapi The Fed menegaskan ngga mengurangi kebijakan moneter longgarnya," kata Mino.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading