Investime

THR Cair, Bisa Nih Ada Tips Cuan Borong Saham Ritel

Investment - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
03 May 2021 15:10
Ilustrasi IHSG (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham sektor ritel di Bursa Efek Indonesia (BEI) biasanya menjadi primadona investor mengingat mendapatkan sentimen tingginya permintaan saat Ramadan dan jelang Lebaran Idul Fitri.

Saham sektor ritel mulai dari ritel gerai fashion seperti PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), hingga ritel penyedia produk supermarket misal PT Hero Supermarket Tbk (HERO), PT ACE Hardware Indonesia Tbk (ACES) dan ritel yang menjual peranti elekronik, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).

Michael Yeoh, Analis Teknikal Sucor Sekuritas menilai, bagi pekerja yang sudah mendapat THR dan mau diinvestasikan ke pasar saham, sektor ritel bisa menjadi pilihan.


Ada beberapa tips dalam memilih emiten di sektor ini. Pertama, kata Yeoh, memastikan perusahaan memiliki prospek jangka panjang ke depannya dan melakukan adaptasi dengan adanya perubahan masyarakat dari belanja fisik menjadi belanja daring. Perubahan ini akan dilihat investor di tengah tren ke depan berbelanja akan lebih mengandalkan teknologi seperti e-commerce.

"Kalau punya prospek mengubah dari konvensional, maka memiliki banyak perubahan ke depan, itu masih dipegang (hold). Justru momen tepat pemegang saham ritel yang berbasis digital," kata Yeoh, dalam program InvesTime CNBC Indonesia.

Ia menyebut saat ini ada beberapa saham emiten ritel yang menarik secara valuasi, yakni PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF), Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), meskipun sedikit mahal dan emiten ini sudah beradaptasi dengan baik dengan fitur berbelanja secara daring seperti melalui iBOX, Erafone untuk meningkatkan penjualan. Saham ERAA, bisa dijadikan untuk investasi jangka panjang.

"LPPF dan RALS yang menjadi sorotan. RALS level batas bawahnya (support) 750, resitance hampir 1.000, tepatnya di 950," katanya.

Yeoh menilai, dua emiten ini bisa menjadi pilihan dan masih berpotensi melanjutkan tren kenaikan.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading