Ternyata, Investor AS Rajin Cari Cuan di Pasar Obligasi China

Investment - Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
22 March 2021 21:24
Chinese and U.S. flags flutter near The Bund, before U.S. trade delegation meet their Chinese counterparts for talks in Shanghai, China July 30, 2019.  REUTERS/Aly Song

Jakarta, CNBC Indonesia - Meski hubungan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan China tidak begitu baik, rupanya para investor Negeri Paman Sam masih rajin mencari untung dari Negeri Tirai Bambu, terutama investasi lewat pasar obligasi.

Hal itu dibenarkan oleh Tao Wang, salah satu ekonom di UBS dalam webinar dengan Institute of International Finance pekan lalu.

"Investor Amerika masih terus tertarik untuk berinvestasi di (pasar) China. Terutama dari perspektif pasar obligasi, ada peningkatan struktural pada suku bunga," kata Tao Wang dilansir dari CNBC International, Senin (22/3/2021).

Tao Wang mencatat China menawarkan imbal hasil yang tinggi dan stabil, sementara negara lain masih bersusah payah meningkatkan pertumbuhan yang mengakibatkan imbal hasil negatif untuk banyak obligasi. Itu berarti pembeli obligasi harus membayar penerbit saat obligasi jatuh tempo, daripada mendapatkan uang darinya.

Sebagai informasi, obligasi pemerintah China selama 10 tahun memiliki imbal hasil lebih dari 3,2%. Sebaliknya, kenaikan suku bunga AS terbaru telah mendorong imbal hasil treasury 10 tahun menjadi hanya 1,7%. Selisih yang lebar itu memberi investor obligasi pemerintah China keuntungan yang lebih tinggi secara signifikan.



Reuters melaporkan, meski data spesifik untuk kepemilikan investor AS tidak tersedia, tetapi investor di luar China daratan memegang sekitar 3,5% dari penerbitan obligasi dalam mata uang yuan yang ada pada akhir Februari. Kepemilikan asing atas obligasi pemerintah China secara khusus mencapai sekitar 10,6% dari emisi bulan lalu.

Hanya dalam dua tahun, kepemilikan asing atas obligasi pemerintah China telah meningkat hampir dua kali lipat menjadi lebih dari 2 triliun yuan, menurut data dari Wind Information.

Bunga yang meningkat datang karena obligasi China ditambahkan ke indeks investasi utama yang dilacak oleh investor global, mendorong miliaran dolar pembelian utang China.

Sementara, Jason Pang, manajer portofolio pendapatan tetap di JP Morgan Asset Management, mengatakan pembelian ini telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Meski minat internasional di pasar obligasi China telah tumbuh, Pang mengatakan sebagian besar investasi masih dalam "fase pengalaman". Ini karena investor asing masih perlu mempelajari lebih lanjut tentang pasar China daratan.



[Gambas:Video CNBC]

(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading