InvesTime

Jreeeng! Ini Bocoran Saham-saham Favorit Asing di Bursa

Investment - Anisatul Umah, CNBC Indonesia
10 March 2021 14:09
Aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/1/2018). Pasca ambruknya koridor lantai 1 di Tower 2 Gedung BEI kemarin (15/1/2018), hari ini aktifitas perdagangan saham kembali berjalan normal

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor asing rutin melirik saham-saham emiten kapitalisasi besar di pasar modal Indonesia. Sebagai negara berkembang Indonesia, investasi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai bisa memberikan return (keuntungan) lebih menarik.

Anggaraksa Arismunandar, Head of Research NH Korindo Sekuritas mengatakan return menjadi salah satu keunggulan berinvestasi saham di negara berkembang daripada negara maju. Menurutnya saham-saham yang diburu asing adalah saham yang memiliki nilai kapitalisasi pasar (market cap) besar alias saham-saham big cap (kapitalisasi pasar di atas Rp 100 triliun).

"Kalau kriteria nggak akan jauh-jauh dari market cap besar," paparnya dalam acara InvesTime CNBC Indonesia, Selasa malam, (09/03/2021).


Beberapa saham yang memiliki kapitalisasi pasar besar misalnya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Saham-saham ini menurutnya banyak dimiliki asing.

"Saham-saham kapitalisasi besar, banyak kepemilikan asing dan partisipasi asing," jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, bisa juga saham-saham yang dibeli asing adalah saham-saham yang berfundamental baik dari sisi kinerja keuangan alias blue chip. Meski demikian ini bukan analisis yang eksklusif, perlu dikombinasikan dengan analisis saham yang lain.

"Bukan perkara fundamental, biasanya saham dibeli asing biasanya berfundamental baik," tuturnya.

Saham-saham yang banyak dikoleksi asing dominan saham-saham dari sektor perbankan. Apalagi dalam masa-masa pemulihan ekonomi seperti saat ini, karena pemerintah banyak memberikan insentif ke sektor-sektor penting termasuk perbankan.

Beberapa relaksasi di antaranya uang muka (DP, down payment) kredit pemilikan rumah (KPR) boleh 0%, loan to value (LTV) kredit atau rasio kredit terhadap nilai agunan, relaksasi suku bunga rendah, yang diharapkan akan menaikkan kredit.

Melalui insentif-insentif semacam ini tentu yang diuntungkan adalah saham-saham perbankan.

"Harapannya permintaan kredit akan naik dan untungkan industri perbankan. Logam metal juga sektor digadang-gadang moncer. Pilihan asing logic-nya mirip-mirip dengan kita," paparnya. 

Berdasarkan data BEI, pada perdagangan sesi I, Rabu ini (9/3), beberapa saham big cap yang diborong asing yakni BBCA Rp 47 miliar dengan kapitalisasi pasar BCA tembus Rp 823 triliun. Year to date atau tahun berjalan, saham BBCA diborong asing Rp 818 miliar di pasar reguler.

Berikutnya ada saham BBRI dengan kapitalisasi pasar juga besar Rp 569 triliun. Saham BBRI diborong hari ini Rp 16 miliar dan year to date dibeli asing Rp 5,75 triliun.

Lalu ada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan kapitalisasi pasar Rp 302 triliun. Saham BMRI diborong hari ini Rp 17 miliar dan ytd asing masuk Rp 118 miliar di pasar reguler.

Kemudian ada saham TLKM dengan kapitalisasi pasar Rp 334 triliun, saham TLKM dibeli asing Rp 36 miliar dengan catatan beli bersih asing ytd Rp 2,97 triliun.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading