Harga Emas Antam Hari ini Mager Rp 930.000, Sepekan Gimana?

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
22 February 2021 10:48
Petugas menunjukkan koin emas Dirham di Gerai Butik Emas Antam, Jakarta, Kamis (4/2/2021). Bank Indonesia (BI) mengajak masyarakat dan berbagai pihak untuk menjaga kedaulatan Rupiah sebagai mata uang NKRI.    (CNBC Indonesia/ Tri Susislo) Foto: Koin Emas Dirham (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. atau yang dikenal dengan emas Antam merosot lebih dari 1% pada pekan lalu dan menyentuh level terendah dalam 7 bulan terakhir. Di awal pekan ini, Senin (22/2/2021), logam mulia ini stagnan, tetapi dalam sepekan ke depan outlook-nya kurang cerah.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, emas satuan 1 gram dibanderol Rp 930.000/batang, sama persis dengan harga Sabtu pekan lalu. Pada Rabu (17/2/2021), emas ini menyentuh level terendah 7 bulan Rp Rp 922.000/batang.

Sementara itu satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan juga stagnan di Rp 87.212.000/batang atau Rp 872.120/gram.


Emas Batangan Harga per Batang Harga per Gram
0,5 Gram Rp 515.000 Rp 1.030.000
1 Gram Rp 930.000 Rp 930.000
2 Gram Rp 1.800.000 Rp 900.000
3 Gram Rp 2.675.000 Rp 891.667
5 Gram Rp 4.325.000 Rp 865.000
10 Gram Rp 8.795.000 Rp 879.500
25 Gram Rp 21.862.000 Rp 874.480
50 Gram Rp 43.645.000 Rp 872.900
100 Gram Rp 87.212.000 Rp 872.120
250 Gram Rp 217.765.000 Rp 871.060
500 Gram Rp 435.320.000 Rp 870.640
1000 Gram Rp 870.600.000 Rp 870.600

Kurang cerahnya outlook emas Antam di pekan ini tidak lepas dari harga emas dunia yang diprediksi akan kembali merosot.

Survei mingguan Kitco menunjukkan para analis di Wall Street melihat harga emas akan kembali merosot pekan depan. Dari 18 analis yang disurvei, sebanyak 13 orang memberikan proyeksi bearish (tren menurun) pekan depan, 3 analis memberikan prediksi bullish (tren naik), dan 2 orang netral.

Kabar buruknya lagi, pemain-pemain besar sudah mulai menjual kepemilikan emasnya. BlackRock sebuah perusahaan investasi terbesar di dunia dengan total aset kelolaan mencapai US$ 8,67 triliun dilaporkan menjual kepemilikan emasnya. Perusahaan pengelola dana tersebut menjual aset emas miliknya berupa exchange traded fund (ETF) sebesar US$ 471 juta.

Sebelumnya, per 31 Desember 2020, BlackRock masih memegang aset ETF emas senilai US$ 835 juta. BlackRock memilih lebih berfokus ke perak.

Kemudian ada lagi DoubleLine Capital yang lebih memilih bitcoin ketimbang emas. Jeffrey Gundlach, CEO DoubleLine mengatakan ada stimulus fiskal di Amerika Serikat (AS) kinerja bitcoin lebih baik ketimbang emas.

Bitcoin saat ini memang sedang menggerus pasar emas. Bank investasi ternama, JP Morgan juga mengatakan hal yang sama.

"Kompetisi antara bitcoin dan emas sudah dimulai dalam pandangan kami," kata ahli strategi JP Morgan dalam sebuah catatan, sebagaimana dikutip Reuters, Selasa (5/1/2020).
Ahli strategi tersebut saat itu melihat belakangan ini terjadi outflow dari pasar emas sekitar US$ 7 miliar dan terjadi inflow lebih dari US$ 3 miliar di Grayscale Bitcoin Trust.

Emas dunia semakin tertekan akibat naiknya yield obligasi (Treasury) AS ke level tertinggi dalam 1 tahun terakhir. Emas dan Treasury sama-sama merupakan aset aman (safe haven), bedanya Treasury memberikan imbal hasil atau yield, sementara emas tidak. Cuan emas hanya diperoleh dari kenaikan harganya.

Dengan naiknya yield Treasury, para pelaku pasar tentunya lebih tertarik menanamkan modalnya disana. Alhasil, harga emas dunia berisiko merosot lagi di pekan ini. Kala emas dunia merosot, maka emas Antam akan mengekor.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading