Pemain Besar Mulai Jual Emas, Apa Kabar Emas Antam?

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
20 February 2021 11:45
Ilustrasi Emas Antam. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Setelah mendekati level terendah dalam tujuh bulan terakhir, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. naik pada perdagangan Sabtu (20/2/2021). Tetapi jangan senang dulu, sebab pemain-pemain besar sudah mulai melakukan aksi jual, yang membuat harga emas dunia tertekan.

Melansir data dari situs resmi PT Antam, logammulia.com, emas satuan 1 gram dibanderol Rp 930.000/batang, naik Rp 7.000/gram atau 0,76% dibandingkan harga kemarin. Pada hari Rabu, emas ini ambrol 1,4% ke Rp 922.000/batang, yang merupakan level terendah sejak 23 Juli lalu, dan sepanjang pekan ini turun lebih dari 1%. 

Sementara itu satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan dijual Rp 87.212.000/batang atau Rp 872.120/gram juga naik Rp 7.000/gram atau secara persentase 0,81%.


Emas BatanganHarga per BatangHarga per Gram
0,5 GramRp 515.000Rp 1.030.000
1 GramRp 930.000Rp 930.000
2 GramRp 1.800.000Rp 900.000
3 GramRp 2.675.000Rp 891.667
5 GramRp 4.325.000Rp 865.000
10 GramRp 8.795.000Rp 879.500
25 GramRp 21.862.000Rp 874.480
50 GramRp 43.645.000Rp 872.900
100 GramRp 87.212.000Rp 872.120
250 GramRp 217.765.000Rp 871.060
500 GramRp 435.320.000Rp 870.640
1000 GramRp 870.600.000Rp 870.600

Kenaikan harga emas dunia pada perdagangan Jumat kemarin, serta pelemahan rupiah menjadi pemicu kenaikan emas Antam hari ini. Harga emas dunia naik 0,38% ke US$ 1.782,31/troy ons, sementara rupiah melemah 0,36%.

Kombinasi penguatan emas dunia dan pelemahan rupiah menjadi kabar baik bagi emas Antam. Sebab, emas dunia dibanderol dengan dolar AS, saat rupiah melemah maka harganya akan lebih mahal ketika dikonversi ke Mata Uang Garuda.

Tetapi kabar buruknya, kenaikan emas dunia kemarin lebih karena faktor teknikal, sebab di awal perdagangan sudah merosot hingga menyentuh level terendah dalam 8 bulan terakhir di 1.759,29/troy ons, melansir data Refinitiv.

Kabar buruknya, pemain-pemain besar sudah mulai menjual kepemilikan emasnya. BlackRock sebuah perusahaan investasi terbesar di dunia dengan total aset kelolaan mencapai US$ 8,67 triliun dilaporkan menjual kepemilikan emasnya. Perusahaan pengelola dana tersebut menjual aset emas miliknya berupa exchange traded fund (ETF) sebesar US$ 471 juta.

Sebelumnya, per 31 Desember 2020, BlackRock masih memegang aset ETF emas senilai US$ 835 juta. BlackRock memilih lebih berfokus ke perak.

Kemudian ada lagi DoubleLine Capital yang lebih memilih bitcoin ketimbang emas. Jeffrey Gundlach, CEO DoubleLine mengatakan ada stimulus fiskal di Amerika Serikat (AS) kinerja bitcoin lebih baik ketimbang emas.

Bitcoin saat ini memang sedang menggerus pasar emas. Bank investasi ternama, JP Morgan juga mengatakan hal yang sama.

"Kompetisi antara bitcoin dan emas sudah dimulai dalam pandangan kami," kata ahli strategi JP Morgan dalam sebuah catatan, sebagaimana dikutip Reuters, Selasa (5/1/2020).

Ahli strategi tersebut saat itu melihat belakangan ini terjadi outflow dari pasar emas sekitar US$ 7 miliar dan terjadi inflow lebih dari US$ 3 miliar di Grayscale Bitcoin Trust.

Sementara itu, survei mingguan Kitco menunjukkan para analis di Wall Street melihat harga emas akan kembali merosot pekan depan. Dari 18 analis yang disurvei, sebanyak 13 orang memberikan proyeksi bearish (tren menurun) pekan depan, 3 analis memberikan prediksi bullish (tren naik), dan 2 orang netral.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading