Si Jenius Isaac Newton-pun, Pernah Amsyong di Pasar Saham

Investment - Chandra Dwi, CNBC Indonesia
28 January 2021 10:10
Isaac Newton

Jakarta, CNBC Indonesia - Siapa yang tak kenal dengan Issac Newton? Ya, orang yang bisa disebut sebagai penemu gaya gravitasi tersebut ternyata pun pernah 'buntung' ketika ia berinvestasi di suatu perusahaan.

Memang kita tidak bisa mengaitkan bahwa fisikawan juga pintar dalam hal berinvestasi, sehingga tentunya ada perbedaan dari seorang fisikawan yang cerdas dengan investor yang cerdas. Newton sendiri mempelajari investasi dengan cara yang sulit.

Dalam teks yang diperbarui dan dijelaskan dari buku klasik karangan Benjamin Graham "The Intelligent Investor," Jason Zweig dari WSJ memasukkan anekdot kecil tentang petualangan Newton dengan berinvestasi di South Sea Company.


Pada musim semi tahun 1720, Sir Isaac Newton memiliki saham di South Sea Company, saham 'terpanas' di Inggris kala itu. Ia merasa bahwa pasar makin lama makin tidak terkendali, dan fisikawan hebat itu bergumam bahwa ia juga dapat menghitung selain pergerakan benda-benda di langit.

Newton pun 'membuang' sahamnya di Laut Selatan, mengantongi keuntungan hingga 100% dengan total £ 7.000. Tetapi hanya beberapa bulan kemudian, ia pun terseret dalam antusiasme pasar yang liar, Newton membeli kembali saham tersebut dengan harga yang jauh lebih tinggi dan akhirnya ia kehilangan dana sebesar £ 20.000 (atau lebih dari US$ 3 juta pada tahun 2002-2003).

Selama sisa hidupnya, dia melarang siapa pun mengucapkan kata-kata 'Laut Selatan'.

Newton jelas bukan orang yang bodoh. Dialah yang menemukan kalkulus dan mengkonseptualisasikan tiga hukum geraknya, termasuk gaya gravitasi.

Tapi dari cerita singkat tersebut menunjukkan bahwa dia bukan investor yang cerdas karena dia membiarkan emosinya menguasai dirinya dan terpengaruh oleh irasionalitas, seperti yang dialami oleh banyak orang.

Graham pun menjelaskan bahwa masalah utama dan musuh terbesar bagi investor kemungkinan besar adalah egonya sendiri.


[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading