Mau Borong Saham atau Reksa Dana? Kenali Dulu Risikonya

Investment - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
15 January 2021 15:35
Kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand di Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019). kompetisi jual beli saham Oppo Stocks in Your Hand (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada banyak instrumen investasi yang bisa menjadi pilihan bagi investor di pasar modal Tanah Air. Kabar baiknya, jumlah investor pasar modal Indonesia terus bertambah setiap tahunnya.

Menurut data Bursa Efek Indonesia, dari sisi jumlah investor, yang terdiri atas investor saham, obligasi, maupun reksa dana, mengalami peningkatan sebesar 56% mencapai 3,87 juta Single Investor Identification (SID) sampai dengan 29 Desember 2020.

Kenaikan investor ini 4 kali lipat lebih tinggi sejak 4 tahun terakhir dari 894.000 investor pada tahun 2016.


Selain itu, investor saham juga naik sebesar 53% menjadi sejumlah 1,68 juta SID.

Nah, mana yang bisa dijadikan acuan investasi untuk investor pemula?

Menurut Head of Research NH Korindo Sekuritas, Anggaraksa Arismunandar, pemilihan investasi baik saham atau reksa dana saham misalnya, itu semua tergantung dengan horison investasi dari calon investor.

Bila cenderung menginginkan imbal hasil yang tinggi, dengan risiko yang tinggi, maka saham bisa menjadi pilihannya.

"Untuk keputusan investasi tetap tergantung karakterististik investor," kata Anggaraksa, dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, di program Investime, Kamis (15/1/2021).

Sedangkan, bila Anda tipe investor yang konservatif, bisa memilih reksa dana pasar uang karena manajer investasi akan menaruh investasi di instrumen pasar uang seperti Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, dan obligasi yang jatuh tempo di bawah 1 tahun.

Reksa dana saham juga bisa menjadi pilihan, namun, biasanya dari sisi return tidak akan jauh dari benchmark Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Kalau di pasar modal [saham] lebih bebas, gerakan lebih lincah. Reksa dana saham ada 1-2 yang perform sekali, sebagian besar tidak terlalu jauh dari indeks. Ada yang return cukup tinggi," ujarnya.

Meski demikian, Angga juga menekankan agar investor melakukan diversifikasi portofolio, tidak hanya di satu instrumen.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading