Mulai Investasi Saham, Pilih Mana Broker Asing atau BUMN?

Investment - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
13 January 2021 10:22
Layar pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (24/11/2020). (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto) Foto: Layar pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/ Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Terdapat banyak broker saham atau sekuritas yang tercatat pada pasar saham Indonesia. Untuk investor pemula selalu menjadi pertanyaan untuk memilih sekuritas mana yang paling baik untuk dipilih.

Menurut Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia, Edwin Sebayang, memang tidak bisa menyamaratakan sekuritas yang ada. Tapi untuk pertimbangan keamanan dan kenyamanan lebih baik pilih sekuritas yang memiliki modal kerja bersih disesuaikan (MKDB) di atas Rp 250 miliar.

"Semakin besar mereka punya MKDB semakin kuat juga mereka bisa memberikan margin. Semakin besar juga saham yang mereka cover," katanya kepada CNBC Indonesia TV, Selasa (12/1/2021).


Menurut Edwin, kekuatan sekuritas itu dari research division-nya bagaimana memberikan layanan seperti morning briefing, morning meeting, review sesi I. Serta sekuritas yang aman harus dilihat didukung oleh grup yang besar atau tidak untuk memastikan keamanan nasabah Ketika terjadi kejadian seperti gagal bayar.

Dengan tingginya sekuritas yang memiliki MKDB besar biasanya punya fasilitas tertentu yang membedakan dari sekuritas lain. Edwin mencontohkan sekuritas dari Singapura dan Malaysia biasanya lebih less restrictive dari pada sekuritas yang dari Eropa dan Amerika.

Selain itu Edwin meningkatkan kemampuan aplikasi juga harus menjadi pertimbangan nasabah untuk memilih sekuritas. "Ini semua sudah online, Gimana kemampuan apps yang digunakan bersifat robotic atau tidak. Pengembangan sekuritas app itu penting sekali. Semua sudah online jadi itu penting," katanya.

Sebelumnya, CNBC sudah merangkum daftar perusahaan sekuritas baik asing maupun lokal dengan frekuensi perdagangan tertinggi di kuartal III 2020. Pertama ditempati oleh Mirae Asset asal Korea dengan nilai transaksi saham Rp 107,46 triliun dengan volume perdagangan 186,20 miliar.

Kedua ditempati sekuritas BUMN oleh PT Mandiri Sekuritas dengan (kode broker CC) dengan nilai transaksi Rp 72,64 triliun dengan volume perdagangan 89,81 miliar saham.

Ketiga, ditempati oleh PT Indo Premier Sekuritas Indonesia dengan nilai transaksi Rp 25,18 triliun dan volume perdagangan 79,10 miliar.


[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading