Harga Emas Antam Merayap Naik, Pekan Depan Bisa Berlanjut

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
19 December 2020 18:55
Ilustrasi Emas Antam. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk turun pada perdagangan Sabtu (19/12/2020), tetapi sepanjang pekan ini masih melesat cukup tajam. Harga emas dunia yang melemah pada perdagangan Jumat membuat emas Antam hari ini turun.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan hari ini dibanderol Rp 91.212.000/batang atau Rp 912.120/gram turun 0,22% dibandingkan harga kemarin.

Sementara satuan 1 gram dihargai Rp 970.000/gram, turun 0,21%. Tetapi jika melihat sepanjang pekan ini, satuan 1 gram sudah melesat 1,7%.


Harga emas dunia melemah 0,28% ke US$ 1.880,66/troy ons pada perdagangan Jumat kemarin, menanti kepastian stimulus fiskal di AS.

Kongres (DPR dan Senat) telah mencapai kesepakatan stimulus senilai US$ 900 miliar yang termasuk bantuan langsung tunai (BLT). Namun, paket stimulus tersebut belum memasukkan bantuan untuk pelaku bisnis dan pemerintahan lokal-dua pemicu perbedaan Partai Demokrat dan Partai Republik.

"Kami masih dekat dan kita akan menuju ke sana," tutur Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell sebagaimana dikutip CNBC International. "Kami membuat jalur yang kuat untuk memuluskan jalan paket bantuan pandemi yang bisa mendapat persetujuan kedua belah pihak."

Ada kemungkinan stimulus tersebut akan cair 2 hari ke depan, sebab DPR dan Senat AS baru saja meloloskan undang-undang untuk pendanaan pemerintah AS guna menghindari shutdown hari Sabtu waktu setempat.

Undang-undang tersebut akan mendanai pemerintahan AS selama 2 hari saja, dan DPR serta Senat berharap dapat menyelesaikan paket stimulus tersebut juga dalam 2 hari.

Cairnya stimulus fiskal tersebut berpotensi memicu kenaikan harga emas pada pekan depan. Apalagi, pasar memprediksi emas akan kembali menguat pekan depan.

Potensi berlanjutnya kenaikan emas terlihat dari hasil survei terbaru dari Kitco yang mayoritas memberikan pandangan bullish (tren naik) pekan depan.

Survei yang dilakukan terhadap 14 analis di Wall Street menunjukkan 11 orang atau 79% memberikan pandangan bullish, 2 orang atau 14% memberikan pandangan netral, dan hanya 1 orang atau 7% yang melihat emas bearish (tren menurun).

Sementara itu, survei yang dilakukan terhadap pelaku pasar atau yang disebut Main Street, dengan 1.048 responden menunjukkan 75% memberikan pandangan bullish, 14% bearish dan 11% netral.

Artinya, sentimen analis dan pelaku pasar sangat bullish untuk pekan depan, sehingga peluang berlanjutnya penguatan terbuka lebar, kembali ke atas US$ 1.900/troy ons,  bahkan tidak menutup kemungkinan mendekati level US$ 2.000/troy ons. Sebab, menjelang libur Natal dan Tahun Baru, volume perdagangan akan lebih rendah dari biasanya, dan dapat memicu volatilitas tinggi. Artinya harga emas akan naik atau turun kencang dalam waktu yang singkat.

"Kita akan melihat pergerakan liar beberapa pekan ke depan, tetapi fundamental bullish emas masih tetap ada. Faktor yang akan membawa emas menguat lagi di tahun 2021 tidak akan hilang," kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading