Turun Lagi! Harga Emas Antam Makin Jauh Dari Rp 900.000/gram

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
27 November 2020 09:39
Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk kembali turun pada perdagangan Jumat (27/11/2020), setelah stagnan kemarin dan ambrol dalam 2 hari perdagagan sebelumnya. Kali ini giliran rupiah yang memberikan tekanan ke harga logam mulia di dalam negeri.

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com. emas satuan 100 gram yang biasa jadi acuan hari ini dibanderol Rp 89.312.000/batang atau Rp 893.120/gram, turun 0,22% dibandingkan harga kemarin. Pada perdagangan Selasa dan Rabu lalu, emas ini ambrol sekitar 2%.

Sementara itu emas Antam satuan 1 gram turun 0,21% ke Rp 951.000/batang dan berada di level terendah sejak 27 Juli lalu. 


Harga emas dunia pada perdagangan Kamis kemarin sebenarnya menguat 0,29% ke US$ 1.810,56/troy ons. Tetapi rupiah yang menguat 0,28% melawan dolar Amerika Serikat (AS) kemarin, dan sepanjang pekan ini hanya melemah di hari Selasa memberikan tekanan bagi logam mulia di dalam negeri.

Harga emas dunia dibanderol dengan dolar AS, ketika Mata Uang Garuda menguat, maka harganya menjadi lebih murah ketika dikonversi ke rupiah.

Sementara itu para analis kini mulai merubah proyeksinya terhadap harga emas dunia.

Bank of America BoA kini memberikan outlook netral terhadap emas, dari sebelumnya bullish (tren naik) dan memprediksi harga emas akan mencapai US$ 3.000/troy ons.

Dalam presentasi prospek 2021 BoA, Francisco Blanch, kepala penelitian komoditas & derivatif global, dan Michael Widmer, ahli strategi logam di bank, mengumumkan perubahan signifikan dalam perkiraan emas mereka untuk 2021. Bank tidak lagi memprediksi harga mencapai US$ 3.000/troy ons.

"Kami sekarang netral terhadap emas. Kami melihat emas berisiko tertekan akibat kenaikan suku bunga dalam jangka panjang," kata Blanch sebagaimana dilansir Kitco.
Meski demikian Blanch melihat harga emas masih akan mampu kembali ke atas US$2.000/troy ons lagi.

"Ketika ekonomi global terbuka, emas menghadapi lebih banyak tantangan, membuatnya sulit untuk mencapai US$ 3.000/troy ons, tetapi stimulus fiskal dan moneter yang sedang berlangsung akan mendorong logam kuning ke atas US$ 2.000/troy ons lagi," katanya.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading