Harga Emas Antam Turun 0,5% Lagi, "Sultan-Sultan" Mau Borong?

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
18 November 2020 10:29
Dok Antam

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. turun lagi pada perdagangan Rabu (18/11/2020). Kombinasi penurunan harga emas dunia serta rupiah yang masih perkasa memberikan tekanan ke emas Antam.

Emas Antam satuan 1 gram hari ini dibanderol Rp 975.000/batang, turun 0,51% dibandingkan harga Selasa kemarin, berdasarkan data dari logammulia.com, situs resmi milik PT Antam. Kemarin, emas satuan 1 gram juga turun dengan dengan persentase yang sama.

Sementara satuan 100 gram yang biasa dijadikan acuan turun 0,54% ke Rp 917.120/batang.


Nilai tukar rupiah kemarin kembali menguat 0,5% melawan dolar AS. Saat Mata Uang Garuda menguat, emas dunia yang dibanderol dengan dolar AS akan menjadi lebih murah ketika dikonversi ke rupiah.

Harga emas dunia melemah 0,52% ke US$ 1.878,86/troy ons pada perdagangan Selasa kemarin, masih tertekan kabar vaksin dari Moderna, yang diklaim efektif mengatasi virus corona hingga 94%.

World Platinum Investment Council (WPIC) mengatakan supply emas di tahun ini akan merosot lebih besar 4 kali lipat dibandingkan prediksi sebelumnya, sementara demand meningkat pesat setelah sempat menurun di awal-awal virus corona menyerang dunia.

Artinya, akan ada kelangkaan emas di pasar, dan harga emas kemungkinan masih berpeluang naik kembali.

Para analis pun masih belum merubah proyeksi emas akan naik lagi ke depannya.

Survei yang dilakukan Kitco terhadap para analis dan pelaku pasar menunjukkan outlook bullish (tren naik) untuk emas di pekan ini.

Kitco melakukan survei terhadap 17 analis di Wall Street pada pekan lalu, dan 10 atau 59% di antaranya memberikan outlook bullish. Sementara survei yang dilakukan terhadap pasar atau yang disebut Main Street juga menunjukkan hal yang sama. Dari 1.511 responden, sebanyak 61% memprediksi emas akan naik di pekan ini.

Philip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures, menjadi salah satu analis yang bullish terhadap emas. Menurutnya penyebaran virus corona di Amerika Serikat (AS) yang melonjak belakangan ini menjadi alasan emas diramal akan naik lagi di pekan ini.

"Kasus Covid-19 sedang naik, jadi ekspektasi pemerintah akan menggelontorkan stimulus lebih besar kembali meningkat. Saya pikir emas jika harga emas kembali naik ke atas US$ 1.900/troy ons, maka investor akan lega, dan kita akan melihat momentum penguatan emas lagi," kata Streible sebagaimana dilansir Kitco, Jumat (13/11/2020).

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]

(pap/pap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading