Tembus Rekor Rp 26 T, Sukuk Ritel SR013 Diborong Milenial

Investment - Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
29 September 2020 13:37
Investor milenial di BEI/CNBC Indonesia/Tahir Saleh

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Keuangan melalui Direktorat Pembiayaan Syariah, Direktorat Jendral Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) pada Senin (28/9/2020), menetapkan hasil penjualan Sukuk Ritel seri SR013 sebesar Rp 25,67 triliun.

Penjualan sukuk ritel ini berhasil mencetak rekor dari seri sebelum-sebelumnya.

Rata-rata volume pemesanan SR013 sebesar Rp 572,86 juta dengan volume pemesanan terbanyak ada pada nominal Rp 1 miliar


Secara keseluruhan, jumlah investor SR013 mencapai 44.803 orang, di mana jumlah investor terbesar berasal dari kelompok generasi milenial, yakni sebanyak 16.392 investor atau 36,59% dari total investor. Generasi milenial adalah generasi kelahiran 1980 - 2000, berusia 19-39 tahun

Adapun, investor baru pada SR013 mencapai 16.234 orang atau 36,23% dari total investor.

Dari seluruh investor baru, sebanyak 44,92% merupakan generasi milenial.

Jika dijumlahkan dengan generasi Z (usia di bawah 19 tahun), yang berinvestasi di SR013 sebanyak 291 investor dengan rata-rata pembelian sebesar Rp 433,48 juta. Angka ini jauh lebih tinggi dari seri sebelumnya yakni SR012 yang hanya menggaet 88 investor muda.

SR013 banyak diminati karena tingkat imbalannya masih terbilang menarik, walaupun lebih rendah dari SR012 dan ORI 017. Selain itu, proses pembelian yang relatif mudah dan memiliki basis investor luas membuat SR013 ramai diincar masyarakat.

Data lain dari SR013 ini yakni, profesi pegawai swasta mendominasi jumlah investor yaitu sebanyak 14.753 investor (32,93%) dengan volume pemesanan sebesar Rp 5,55 triliun (21,62%).

Sedangkan profesi wiraswasta mendominasi volume pemesanan yaitu sebesar Rp 12,19 triliun (47,51%) dengan jumlah investor sebanyak 14.104 investor (31,48%).

Wilayah Indonesia Bagian Barat (selain DKI Jakarta) masih mendominasi pemesanan dengan jumlah investor sebanyak 26.647 investor (59,48%) dan volume pemesanan sebesar Rp 13,79 triliun (53,73%).

Nominal Penjualan SR013 di Wilayah Indonesia Timur meningkat 155% (Rp94,75 M) dibandingkan SR012 dengan peningkatan jumlah investor sebesar sebanyak 121 orang atau 105%.

No.Seri SukukImbal Hasil/KuponTarget PemerintahHasil PenjualanJumlah Investor
1SR-0105,90%Rp 8,11 triliunRp 8,44 triliun17.922
2SR-0118,05%Rp 10 triliunRp 21,1 triliun35.026
3SR-0126,30%Rp 8 triliunRp 11, 45 triliun23.952
4SR-0136,05%Rp 5 triliunRp 25,67 triliun44.803

Sumber: DJPPR

Tim Riset CNBC Indonesia menilai, laris manisnya produk investasi ini juga sedikit banyak dipengaruhi banyak masyarakat yang diperkirakan memiliki dana idle karena penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga kegiatan belanja (spending) menurun menyebabkan masyarakat membutuhkan instrumen investasi yang aman dan likuid.

Adapun tanggal settlement SR013 akan dilaksanakan pada 30 September 2020 dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 1 Oktober 2020.

Namun demikian, perdagangan di pasar sekunder baru dapat dilakukan pada tanggal 11 Desember 2020 karena SR013 memiliki minimum holding period sampai dengan dua periode imbalan.

Sampai dengan September 2020, Pemerintah telah menerbitkan sebanyak 4 Instrumen SBN Ritel (SBR009,SR012,ORI017 dan SR013) dengan total nominal penerbitan mencapai Rp58,39 triliun.

Penerbitan Instrumen SBN Ritel tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah untuk memperdalam pasar keuangan domestik serta memperluas basis investor, khususnya investor ritel.

Besarnya penjualan SR013 menunjukkan bahwa di tengah kondisi pandemi yang belum ada kepastian kapan selesainya, minat investor ritel terhadap instrumen SBN masih sangat tinggi.


[Gambas:Video CNBC]

(tas/tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading