Harga Emas Pegadaian Hari Ini: 1 Gram Dibanderol Rp 1,07 Juta

Investment - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
13 September 2020 09:20
Masyarakat mengunjungi bazzar emas di kantor pusat pegadaian, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (28/6/2019).

Setiap hari Jumat, Pegadaian selalu menyelenggarakan lelang emas. Biasanya, ada beberapa barang yang turut dilelang, seperti barang elektronik hingga kendaraan. 

Namun berdasarkan pantauan, yang paling dikerubungi adalah perhiasan emas dengan harga mencapai Rp 9 juta.

Meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap ekonomi membuat banyak orang menggadaikan barang berharga guna memenuhi kebutuhan yang mendesak.

Pegadaian mencatat investasi masyarakat dalam bentuk emas mencapai 2,1 ton pada tahun lalu. Hingga kini, investasi tabungan emas sudah dimiliki 1,4 juta penabung. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: Bazaar emas di kantor pusat pegadaian, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (28/6/2019). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga jual emas di PT Pegadaian (Persero) sudah diperbarui. Lumayan, harga 1 gram emas masih di atas Rp 1 juta.

Berikut harga emas di Pegadaian pada 13 September 2020:


Harga emas di Pegadaian (atau Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk) tidak lepas dari pergerakan harga emas dunia di pasar spot. Dalam sepekan ini, harga sang logam mulai naik 0,37% secara point-to-point.

Harga emas tidak bisa naik terlalu tajam karena kebetulan dolar Amerika Serikat (AS) sedang menguat. Keduanya memang punya hubungan yang berbanding terbalik.

Emas adalah komoditas yang dibanderol dengan dolar AS. Jadi ketika dolar AS menguat, emas jadi terasa mahal buat investor yang memegang mata uang lain. Permintaan emas melambat sehingga mempengaruhi harga.

Dalam sepekan terakhir, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) menguat 0,57%. Dolar AS mengalami technical rebound setelah selama tiga bulan ke belakang ambles 4,18%.

Namun ke depan, sepertinya prospek mata uang Negeri Paman Sam tidak cerah. Ini karena kebijakan moneter The Federal Reserve/The Fed kemungkinan masih akan longgar sampai ekonomi AS pulih dari dampak pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Menurut Jerome 'Jay' Powell, Ketua The Fed, mungkin butuh hitungan tahun.

"Proyeksi jangka menengah-panjang untuk emas masih bullish, meski saat ini ada konsolidasi. Kebijakan moneter ultra-longgar dan imbal hasil (yield) obligasi yang rendah akan menjadi bantalan penurunan harga emas," ujar Margaret Yang, Strategist di Daily FX, seperti dikutip dari Reuters.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(aji/aji)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading