Kemarin Cuma 'Tarik Nafas', Hari Ini Emas Antam Rontok Lagi

Investment - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
28 August 2020 10:27
Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang TbkĀ atau yang dikenal dengan emas Antam kembali rontok pada perdagangan Jumat (28/8/2020), setelah menguat 0,8% di hari Kamis.

Sebelum mencatat kenaikan kemarin, emas Antam sudah melemah dalam 5 dari 6 hari terakhir, kenaikan hanya terjadi pada hari Jumat pekan lalu, itupun hanya Rp 1.000/gram. Selama periode tersebut total pelemahannya sebesar 4,44%.


Melihat penurunanyang tajam tersebut, kemarin emas Antam "menarik nafas" dulu, sebelum kembali turun pada hari ini.

Melansir data dari situs resmi logammulia.com, emas Antam dengan berat 1 gram hari ini dibanderol Rp 1.012.000/batang turun Rp 7.000 atau 0,69% dari harga kemarin.

Sementara itu satuan 100 gram, yang biasa menjadi acuan, dihargai Rp 95.412.000/batang atau Rp 954.120/gram melemah 0,73%.

Harga emas dunia yang kembali merosot menyeret turun harga logam mulia di dalam negeri. Melansir data Refinitiv, emas dunia kemarin melemah 1,26% ke US$ 1.928,9/troy ons, setelah melalui perdagangan yang berfluktuasi merespon pidato bos bank sentral Amerika Serikat (The Fed) Jerome Powell.

The Fed mengubah pendekatannya terhadap target inflasi. Sebelumnya The Fed menetapkan target inflasi sebesar 2%, ketika sudah mendekatinya maka bank sentral paling powerful di dunia ini akan menormalisasi suku bunganya, alias mulai menaikkan suku bunga.


Kini The Fed menerapkan "target inflasi rata-rata" yang artinya The Fed akan membiarkan inflasi naik lebih tinggi di atas 2% "secara moderat" dalam "beberapa waktu".

Dengan "target inflasi rata-rata" Powell mengatakan suku bunga rendah bisa ditahan lebih lama lagi, guna membantu perekonomian yang mengalami resesi akibat pandemi Covid-19.

Kebijakan tersebut membuat emas sempat melesat 1,16% sebelum berbalik turun lagi, sebabnya tidak ada kejutan dalam perubahan kebijakan tersebut, semua sesuai dengan prediksi pelaku pasar.

"Pidato Powell memicu pergerakan roller coaster bagi pasar, khususnya emas, yang menguat nyaris US$ 50 tetapi akhirnya berbalik turun saat pasar menyadari Powell tidak memberikan kejutan apa pun," kata Tai Wong, kepala derivatif logam dasar dan logam mulia di BMO, sebagaimana dilansir CNBC International.

"The Fed yang mengatakan akan membiarkan inflasi lebih tinggi secara moderat berdampak sangat positif bagi emas. Tetapi pasar sudah mengantisipasi hal tersebut, sehingga tak ada daya pendorong baru bagi emas," kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities, sebagaimana dilansir CNBC International.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(pap/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading