Bitcoin si "Emas Digital" Melesat 75%, Minat Buat Investasi?

Market - Putu Agus Pransuamitra, CNBC Indonesia
27 August 2020 19:20
A Bitcoin (virtual currency) paper wallet with QR codes and coins are seen in an illustration picture taken at La Maison du Bitcoin in Paris July 11, 2014. REUTERS/Benoit Tessier

Jakarta, CNBC Indonesia - Emas menjadi primadona di tahun ini, harganya melesat lebih dari 36% menyentuh level tertinggi sepanjang masa US$ 2.072,49/troy ons pada 7 Agustus lalu. Tetapi terbangnya harga emas masih kalah tinggi dengan mata uang digital, bitcoin.

Melansir data Refinitiv, sepanjang tahun ini, Bicoin (BTC) melesat nyaris 60,82% ke US$ 11.510,95/BTC pada penutupan perdagangan Rabu (26/7/2020). Bahkan jika dilihat dari level tertinggi yang dicapai tahun ini US$ 12.489/BTC, pada 17 Agustus lalu, bitcoin melesat nyaris 75%, nyaris 2 kali lipat kenaikan harga emas dunia.

Meski demikian, bitcoin masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa US$ 19.458,19/BTC, yang dicapai pada 18 Agustus 2017 lalu.


Bitcoin yang terbang tinggi di tahun ini membuatnya disebut "emas digital". Dalam "Bloomberg Crypto Outlook" edisi bulan Juli yang dikutip oleh Asia Times, disebutkan beberapa alasan cryptocurrency kini sedang dalam perjalanan menjadi emas digital.

Dalam laporan tersebut, disebutkan volatilitas bitcoin akan terus menurun sampai pada satu titik tidak lagi menjadi aset spekulatif. Bitcoin juga diperkirakan akan jauh mengungguli mata uang digital lainnya seperti ethereum, XRP, litecoin dan lainnya.

Laporan tersebut menyatakan bitcoin paling unggul dari sisi adopsi ketimbang mata uang digital lainnya.

"Sebagian besar alat ukur menunjukkan peningkatan adopsi bitcoin, sehingga kondisi berkurangnya supply harus dibalikkan agar harganya bisa turun. Kinerja buruk pasar lainnya, adalah tren yang kami perkirakan akan bertahan, kondisi tersebut akan mendukung emas versi digital," tulis laporan tersebut sebagaimana dikutip Asia Times, Kamis (9/7/2020).

Salah satu contoh adopsi bitcoin disebutkan adalah pembelian yang dilakukan oleh Grayscale Bitcoin Trust (GBTC) yang jumlahnya lebih besar ketimbang hasil mining bitcoin.

Selain itu, laporan Bloomberg tersebut juga menyebutkan kebijakan bank sentral di dunia menjadi faktor penting yang berkontribusi terhadap kinerja cryptocurrency. Suku bunga rendah dan kebijakan pembelian aset (quantitative easing/QE) yang membuat jumlah uang beredar bertambah akan membuat harga bitcoin melesat.

Bloomberg memprediksi harga Bitcoin akan mencapai US$ 12.000 dalam jangka pendek. Dan prediksi tersebut sudah dicapai pada 17 Agustus lalu.

Benarkah Bitcoin Merupakan Emas Digital?
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading